Banjarnegara – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan program yang diselenggarakan Kemendikbudristek untuk menilai mutu setiap sekolah. Mutu yang dinilai yaitu dari hasil belajar murid, kualitas proses belajar mengajar, dan iklim satuan pendidikan. Dikutip dari laman Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikbudristek, instrumen yang dipakai di ANBK adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) meliputi literasi dan numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Senin (26/8) 50 siswa duta ANBK MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan temu perdana dengan para pembimbing di ruang kelas. 50 siswa tersebut dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas Keren dan kelas Hebat. Kelas Keren dan Hebat akan didampingi oleh 4 guru pembimbing, yakni Arif Widayanto dan Rosdiana Chandra Adhiar sebagai pembimbing numerasi, serta Surya Widhi Prakosa dan Nabila Kirana Rahmadiena sebagai pembimbing literasi.
Yuniyati selaku wakil kepala urusan kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap pertemuan perdana ini bisa memberi gambaran kepada seluruh siswa apa itu ANBK.
“Pelaksanaan bimbingan ANBK ini merupakan bentuk ikhtiar kita. Dengan harapan, semoga dengan mengikuti kegiatan bimbingan peningkatan kompetensi numerasi dan literasi ini, seluruh duta ANBK Madtsansa secara psikologis akan lebih tenang dan lebih siap dalam menghadapi ANBK.” Terang Yuni.
“Beberapa tipe soal mungkin sudah tidak asing lagi bagi para siswa. Namun ada beberapa tipe soal yang perlu siswa pahami lebih dalam. Masih ada waktu sekitar 2 minggu untuk mereka belajar. Semoga semua siap sesuai dengan target,” pungkasnya.
Pelaksanaan ANBK dicanangkan pertengahan September. Masih ada sekitar 2 minggu bagi para siswa mendalami soal-soal literasi dan numerasi. Selain itu masing-masing siswa juga diwajibkan mengisis survey karakter dan survey lingkungan belajar. Sebelum pelaksanaan ANBK tentunya ada simulasi guna meminimalisasi kebingungan siswa.
Kepada tim warta Madtsansa Arif Widayanto menyampaikan beberapa tipe soal dalam AKM.
“Tipe soal dalam AKM ini ada 4 yaitu pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, dan isian singkat. Masing-masing tipe soal ini juga ada berbagai macam bentuknya. Dengan kegiatan bimbingan peningkatan kompetensi ini tentunya diharapkan anak-anak duta ANBK lebih siap dan lebih familier membaca dan menyelamatkan soal-soal.” Ujar Surya Widhi Prakosa.
Sementara menurut Gaharu Oktavinatha salah satu siswa duta ANBK dari kelas 8C unggulan Tahfiz mengaku sangat berdebar-debar.
“Kaget ketika ternyata ada nama saya dalam kepesertaan ANBK ini. Kemarin dijelaskan bahwasanya nama-nama peserta memang langsung terbit dari pemerintah jadi bukan dipilih atau ditentukan oleh madrasah. Maka siap tidak siap ya harus siap. Hehe… Semoga kami semua dapat melaksanakan tanggung jawab ini dengan baik dan tentunya dengan memberikan hasil yang terbaik,” ungkap Gaharu antusias.
Kegiatan bimbingan peningkatan kompetensi numerasi dan literasi ini dilaksanakan setiap hari Senin sampai Kamis dalam jangka waktu kurang lebih 2 pekan. (lin)







