Pelita Al-Qur’an di Pamardi Raharjo: Menembus Batas dengan Kalam Ilahi

Banjarnegara (Humas) – Keterbatasan sosial dan fisik bukanlah penghalang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Semangat inilah yang terpancar di Panti Pelayanan Sosial Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) atau PMKS Pamardi Raharjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Melalui bimbingan tulus, sebuah secercah cahaya hadir lewat Pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA). (1/9/2026)

Kegiatan yang bertajuk “Pelita Al-Qur’an di Pamardi Raharjo: Menembus Batas dengan Kalam Ilahi” ini diinisiasi dan dipimpin langsung oleh Arif Hidayat, seorang Penyuluh Agama Islam fungsional yang dikenal aktif bergerak di akar rumput.

Program pelatihan BTA ini dirancang khusus untuk para warga binaan PMKS Pamardi Raharjo. Mayoritas dari mereka memulai benar-benar dari nol mengenal huruf hijaiyah satu per satu dengan jemari yang gemetar namun penuh tekad.

Arif Hidayat, dengan metode pendekatan yang sabar, adaptif, dan humanis, menuntun para peserta agar tidak hanya bisa membaca, tetapi juga mampu menuliskan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

“Al-Qur’an adalah hak setiap muslim, tanpa memandang latar belakang sosial mereka. Di sini, kami tidak hanya mengajarkan cara membaca, tetapi juga menyuntikkan harapan baru bahwa mereka berharga di hadapan Allah SWT,” ujar Arif Hidayat di sela-sela kegiatannya.

Suasana kelas mengaji berubah menjadi haru sekaligus penuh optimisme. Beberapa warga binaan mengaku, melantunkan ayat Al-Qur’an memberikan ketenangan jiwa yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Program ini dinilai berhasil menjadi terapi mental dan spiritual yang sangat efektif bagi proses rehabilitasi mereka.

Pihak pengelola PMKS Pamardi Raharjo Kecamatan Bawang pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dan dedikasi Penyuluh Agama Islam tersebut. Pihak panti berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui lantunan kalam Ilahi yang mulai menggema di sudut-sudut PMKS Pamardi Raharjo, batasan-batasan sosial itu seketika runtuh. Pelatihan BTA ini membuktikan bahwa hidayah dan ilmu agama adalah milik siapa saja yang mau mengetuk pintunya. (Arh/azd)