Pembiasaan Pagi di MIFABARA: Berdoa Bersama, Asmaul Husna, dan Muroja’ah Hafalan

Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA) secara konsisten melaksanakan kegiatan pembiasaan pagi sebagai bagian dari upaya menanamkan karakter religius dan kedisiplinan kepada peserta didik. Kegiatan pembiasaan pagi ini diisi dengan berdoa bersama, membaca Asmaul Husna, serta muroja’ah hafalan sebelum proses pembelajaran dimulai.(10/1)

Setiap pagi, seluruh siswa MIFABARA berkumpul dengan tertib di kelas masing-masing untuk mengikuti rangkaian pembiasaan. Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan dan kelancaran dalam menuntut ilmu. Suasana pagi di madrasah pun terasa lebih khidmat dan tenang, menciptakan kesiapan mental dan spiritual siswa sebelum mengikuti pelajaran.

Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna. Melalui lantunan nama-nama Allah yang indah, siswa dibiasakan untuk mengenal dan mencintai sifat-sifat Allah sejak dini. Pembacaan Asmaul Husna ini dipandu oleh guru atau perwakilan siswa secara bergantian, sehingga melatih keberanian dan kepercayaan diri peserta didik.

Kegiatan pembiasaan pagi kemudian dilanjutkan dengan muroja’ah hafalan. Siswa bersama-sama mengulang hafalan surat-surat pendek, doa harian, maupun hafalan lain yang telah dipelajari sebelumnya. Muroja’ah dilakukan secara rutin agar hafalan siswa semakin kuat dan melekat dalam ingatan.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa pembiasaan pagi merupakan bagian penting dari budaya madrasah. “Melalui pembiasaan pagi, kami ingin membentuk karakter siswa yang religius, disiplin, dan siap belajar. Kebiasaan baik ini diharapkan dapat terbawa hingga di luar lingkungan madrasah,” tuturnya.

Para ustadz/h MIFABARA juga turut mendampingi dan mengawasi jalannya pembiasaan pagi. Selain sebagai penguatan nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kedekatan antara guru dan siswa serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Dengan pembiasaan pagi yang dilakukan secara konsisten, MIFABARA berharap peserta didik tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman. Pembiasaan ini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah.(nas)

Skip to content