Pembukaan In House Training Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta MTs Negeri 1 Banjarnegara Berlangsung Khidmat dan Inspiratif

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara resmi membuka kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Kamis (11/12). Seluruh guru hadir secara penuh dalam kegiatan yang diselenggarakan di Joglo RM. Sari Rahayu Banjarnegara tersebut. Acara pembukaan berlangsung selama kurang lebih 45 menit di bawah koordinasi Linara selaku penanggung jawab, serta dipandu oleh pembawa acara Agustina Dewi Merdekawati dan Elvira Ziaul Haque.

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, H. Junaidi, yang selama ini dikenal luas sebagai salah satu penggerak implementasi kurikulum moderat dan humanis di lingkungan madrasah. Selain itu, pembukaan IHT juga menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Sukarno, yang memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam sambutannya menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan upaya lembaga untuk menguatkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kedekatan emosional yang sehat antara guru dan peserta didik.

“Madrasah harus menjadi ruang tumbuh yang memuliakan setiap anak. Melalui kurikulum berbasis cinta, kita ingin memastikan bahwa pembelajaran bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga penumbuhan karakter, penghargaan terhadap keberagaman, dan suasana belajar yang hangat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan narasumber yang telah mendukung kegiatan ini.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Banjarnegara H. Sukarno dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif MTsN 1 Banjarnegara yang terus berinovasi dalam peningkatan mutu pembelajaran. Menurutnya, guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga role model dan sumber inspirasi bagi siswa.

“Guru yang penuh cinta akan melahirkan murid-murid yang damai, percaya diri, dan berprestasi. IHT ini sangat penting karena memberikan penguatan kompetensi sekaligus memperkaya wawasan tentang model pendidikan yang humanis. Saya berharap para guru dapat mengikuti kegiatan ini secara serius dan mengimplementasikannya dalam praktik pembelajaran,” jelasnya sebelum resmi membuka kegiatan.

Ketua panitia, Hj. Yuniyati, menyampaikan bahwa IHT ini dirancang sebagai program berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan kurikulum yang lebih ramah peserta didik.

“Kami merancang kegiatan ini agar efektif, padat materi, dan langsung menyentuh kebutuhan guru. Kehadiran narasumber seperti H. Junaidi tentu menjadi kesempatan emas bagi para guru untuk memperdalam konsep kurikulum berbasis cinta,” ujarnya. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung sehingga pembukaan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan tepat waktu.

Antusiasme juga tampak dari para guru yang hadir. Salah satu peserta, Ratna Damayanti, mengungkapkan bahwa ia sangat menantikan kegiatan ini karena tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

“Sebagai guru, kami tidak hanya mengajar tetapi juga mendampingi perkembangan siswa secara emosional. IHT seperti ini membantu kami memahami pendekatan pembelajaran yang lebih lembut, empatik, dan sesuai kebutuhan zaman,” tuturnya. Ia berharap seluruh materi yang diberikan nanti dapat diaplikasikan pada kelas dan memperkaya proses belajar siswa.

Pembukaan IHT berlangsung dengan tertib dan penuh suasana kekeluargaan. Perpaduan nuansa joglo yang hangat dan kehadiran para tokoh pendidikan membuat acara terasa khidmat namun tetap komunikatif. Setelah doa penutup, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama oleh narasumber utama.

Dengan dibukanya IHT Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap seluruh guru semakin siap menerapkan pendekatan pembelajaran yang menempatkan cinta, empati, dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama. (Lin)

Skip to content