Penerapan Budaya Mengantri MTs N 1 Banjarnegara

Banjarnegara – Seringkali seseorang pernah mendengar kata antre dimana-mana, di kantor, di sekolah, di kampus, bahkan di warung makan di pinggir jalan sekalipun. Perlu diketahui bahwa, antre adalah sebuah proses dimana seseorang maupun sebuah barang yang berada disebuah garis tunggu untuk mendapatkan pelayanan.

Begitu juga jika seseorang menginginkan suatu kenyamanan di tempat umum, maka seseorang harus mengantre agar tercipta kenyamanan tersebut. Melalui kegiatan yang dilaksanakan di MTs N 1 Banjarnegara pada Jumat (4/6) terlihat para wali kelas mampu menerapkan budaya antre untuk menghadiri acara Pelepasan Siswa Kelas IX Tahun Pelajaran 2020/2021. Acara yang dimulai pada pukul 07.30 terlihat para wali kelas datang lebih awal agar tepat waktu. Pada sesi pertama yang dihadiri mulai dari kelas IX A dan IX B, nampaknya para wali sangat tertib berjajar dan mengantre untuk memasuki ruang Aula. Tidak hanya itu, protokol kesehatan juga diterapkan tatkala untuk menanggulangi pandemic covid-19 dengan tetap menerapkan 5M.

Melihat para wali kelas yang tertib menerapakan budaya antre untuk masuk ke ruang Aula, Dwi Lina selaku Waka Humas MTs N 1 Banjarnegara juga berkomentar positif terhadap para wali kelas khusunya kelas IX.

“Berlaku tertib memang sebuah perbuatan yang terdengar mudah namun tidak semua orang dengan mudah pula menerapkannya. Dorongan emosi yang tidak terkontrol kadang membuat seseorang selalu ingin menjadi yang pertama dalam setiap proses menunggu,” ungkapnya.

Ketika dijumpai pada acara Pelepasan Siswa Kelas IX Tahun Pelajaran 2020/2021 salah satu wali kelas IX A yaitu Bapak Kusnen sadar bahwa budaya antre merupakan cerminan diri maupun Bangsa. Beliau menilai bahwa dengan mencontohkan hal-hal baik akan ditiru oleh generasi berikutnya supaya berkelanjutan dan berkesinambungan.

“Sudah saatnya kita miliki budaya tertib, termasuk sabar dalam urusan mengantre. Mari membiasakan berserah diri dan sabar. Sebab tertib untuk mengantre adalah simbol dari pada umat muslim yang taat akan nilai peraturan dan tatanan dalam berinteraksi dengan manusia untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan masing-masing,” pungkasnya (risky/ak)