Banjarnegara (Humas) – Upaya meningkatkan kualitas kelembagaan keagamaan terus dilakukan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja. Pada kegiatan terbaru, mereka melaksanakan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Baiturrahman, Desa Somawangi, Mandiraja. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam terkait pentingnya Majelis Taklim memiliki Izin Operasional (IJOP) sebagai legalitas resmi lembaga yang diakui negara. (28/11/25)
Dalam sesi penyuluhan, Hendriyanto selaku Penyuluh Agama Islam Mandiraja menjelaskan bahwa IJOP merupakan instrumen penting dalam memperkuat keberadaan sebuah majelis taklim. Ia menegaskan bahwa legalitas bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi fondasi administratif yang membantu majelis lebih tertata dan mudah diakses dalam proses pembinaan.
“Dengan IJOP, majelis taklim memiliki legalitas, mudah diidentifikasi oleh Kemenag, dan berpeluang mendapatkan pembinaan serta fasilitasi program. Ini penting untuk keberlangsungan kegiatan keagamaan di masyarakat,” terangnya.
Penjelasan tersebut disambut baik oleh para pengurus MT Baiturrahman yang selama ini masih memiliki keterbatasan pemahaman terkait prosedur pengajuan IJOP. Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, juga memberikan penguatan bahwa tertib administrasi akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lembaga keagamaan.
“Legalitas lembaga akan memperkuat tata kelola majelis taklim. Kami siap membantu dalam proses pengajuan IJOP agar Baiturrahman dapat semakin maksimal dalam memberikan layanan keagamaan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pembina MT Baiturrahman, Bintoro, juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan pendampingan dari para penyuluh.
“Kami merasa terbantu karena selama ini banyak yang belum memahami proses pengajuan izin operasional. Dengan adanya penyuluhan ini, kami jadi memiliki arah yang jelas dan siap melengkapi persyaratan,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif. Para pengurus aktif mengajukan pertanyaan terkait kelengkapan persyaratan IJOP, penataan dokumen, hingga mekanisme pendaftaran. Para penyuluh memberikan panduan teknis sehingga proses pemahaman menjadi lebih mudah dan terarah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti pengurusan IJOP. Dengan adanya dorongan dan pendampingan ini, diharapkan MT Baiturrahman dapat memiliki legalitas penuh sebagai lembaga keagamaan yang resmi, kuat secara administrasi, serta semakin optimal dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada umat. Semangat kolaborasi antara penyuluh, KUA, dan pengurus majelis menjadi modal penting memperkuat layanan keagamaan di tingkat masyarakat.
(F/M, azd)







