Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada 38 orang jamaah Majelis Taklim (MT) Amalul Ummahat Kalitlaga. Kegiatan yang didominasi oleh para wali siswa Kelompok Bermain (KB) Harapan Bunda ini berlangsung khidmat di salah satu ruang kelas KB Harapan Bunda Kalitlaga pada Selasa (15/9/2026).
Dalam penyuluhannya, M. Syaiful Abidin mengusung tema yang cukup mendalam dan menggugah kesadaran para orang tua, yakni “Anak yang Kita Banggakan di Dunia, Bisa Jadi Musuh di Hari Kiamat”. Ia menegaskan bahwa hubungan orang tua dan anak tidak berhenti pada kebahagiaan di dunia semata, melainkan berlanjut hingga kehidupan akhirat.
M. Syaiful Abidin menjelaskan bahwa anak bisa menuntut orang tuanya kelak jika tidak dibekali dengan pemahaman agama yang benar. “Anak menjadi musuh bukan karena anak itu jahat, tapi karena orang tua tidak mengajarkan tiga hal mendasar yang menyelamatkannya dari api neraka. Pertama, anak tidak diajarkan mengenal Allah, melainkan hanya diajarkan mengenal dunia. Kedua, anak tidak diajarkan adab kepada orang tua, hanya diajarkan berani kepada orang lain. Ketiga, tidak diajarkan doa untuk orang tua, hanya diajarkan doa untuk dirinya sendiri,” tegas Syaiful di hadapan para jamaah.
Kegiatan bimbingan ini mendapat apresiasi positif dari pihak penyelenggara dan pengelola lembaga pendidikan setempat. Ketua MT Amalul Ummahat yang sekaligus menjabat sebagai Kepala KB Harapan Bunda Kalitlaga, Warniati, menyampaikan rasa terima kasihnya atas ilmu dan peringatan bernilai yang diberikan oleh penyuluh keagamaan tersebut.
“Materi yang disampaikan sangat menyentuh hati dan membuka mata kami para orang tua. Di usia anak yang masih dini ini, materi bimbingan menjadi pengingat besar bagi kami agar tidak hanya fokus pada pendidikan formal dan kebutuhan duniawi anak, tetapi juga sungguh-sungguh menanamkan fondasi ketauhidan, keimanan, serta adab sejak dari rumah,” tutur Warniati.
Melalui bimbingan ini, diharapkan para wali murid KB Harapan Bunda Kalitlaga semakin sadar akan pentingnya peran keluarga dalam membimbing moral dan spiritual anak sejak usia dini agar kelak menjadi peneduh di dunia dan penolong di akhirat.
(msa/azd)







