Banjarnegara (Humas) – Suasana Aula Balai Desa Pekauman terasa hidup dan penuh semangat kebersamaan saat sekitar 50 ibu-ibu PKK Desa Pekauman mengikuti Kegiatan Gerakan Keluarga Maslahat (GKM) yang digagas oleh Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Madukara, Senin (14/10).
Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, diisi dengan rangkaian acara yang edukatif, inspiratif, dan penuh keceriaan.
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga melalui penanaman nilai-nilai keagamaan, moral, dan sosial yang selaras dengan semangat keluarga maslahat—yakni keluarga yang beriman, harmonis, dan produktif.
Dalam suasana penuh keakraban, peserta tak hanya mendapatkan materi tentang pentingnya komunikasi dan keharmonisan keluarga, tetapi juga diajak berinteraksi melalui permainan edukatif dan yel-yel “Tepuk Sakinah” yang menggema meriah di aula, menciptakan suasana hangat dan penuh tawa.

Wiwin Koningah, selaku narasumber, menegaskan bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam membangun bangsa.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita. Jika keluarga kuat, maka masyarakat dan bangsa pun akan kuat. Itulah makna dari Gerakan Keluarga Maslahat ini,” ujarnya dalam sesi penyuluhan.
Salah satu peserta, Ibu Siti Maryam, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut.
“Kami senang sekali ikut acara ini. Materinya ringan tapi menyentuh, apalagi ada ‘Tepuk Sakinah’ yang membuat suasana jadi lebih semangat dan ceria,” tuturnya antusias.Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Madukara berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam membangun keluarga yang berdaya, beriman, dan berakhlak mulia.
Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang maslahat, harmonis, dan tangguh menghadapi tantangan zaman modern.
(wk/azd)







