Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, bersama pendamping Program Kelompok Harapan (PKH), Citra Aristy Yusliani, melakukan kegiatan penyuluhan bertema “Menjemput Rezeki Halal, Meraih Hidup Penuh Barokah” pada hari Kamis (6/11). Kegiatan yang dihadiri warga penerima manfaat PKH ini berlangsung hangat dan interaktif di aula PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) kelurahan Krandegan.
Dalam penyampaiannya, Ani Musyarofah, menekankan pentingnya mencari rezeki dengan cara yang halal dan penuh kejujuran. “Rezeki yang halal meski sedikit akan membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam keluarga. Sebaliknya, rezeki haram walau banyak hanya mendatangkan kegelisahan,” ujarnya di hadapan peserta.
Beliau juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda dengan jalan pintas dalam mencari penghasilan. “Allah sudah menjamin setiap makhluk dengan rezekinya masing-masing. Tugas kita adalah menjemputnya dengan ikhtiar yang benar, bukan dengan cara yang dilarang,” tambahnya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh penyuluh agama Islam ini. Materinya sangat relevan dengan kehidupan peserta PKH, karena bukan hanya tentang ekonomi, tapi juga tentang bagaimana mencari rezeki yang halal dan berkah bagi keluarga,” ujar pendamping PKH.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi ringan seputar praktik kejujuran dalam berdagang, bekerja, dan mengelola bantuan sosial agar tetap amanah. Para peserta tampak antusias berbagi pengalaman dan menyampaikan pertanyaan.
Dari kegiatan penyuluhan ini, masyarakat belajar bahwa keberkahan tidak selalu datang dari banyaknya harta, melainkan dari keikhlasan dalam berusaha dan kejujuran dalam mencari nafkah. Pesan sederhana namun mendalam dari penyuluh agama Islam itu menggugah semangat warga untuk terus berikhtiar dengan cara yang diridai Allah. Sebab, rezeki halal bukan sekadar penghasilan, tapi juga sumber ketenangan dan kebahagiaan sejati.







