Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka Program Penyuluhan Agama Pembangunan dengan tema KUA Berdampak, Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja menggelar kegiatan Pembelajaran sebagai Konten Kreator Affiliate bagi warga usia nikah di Desa Mandiraja Kulon. (28/1/2026)
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dan calon keluarga baru dengan keterampilan ekonomi kreatif berbasis digital, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk secara etis dan produktif. Pelatihan dilaksanakan secara praktik langsung, mulai dari teknik pengambilan gambar, pengenalan konten affiliate, hingga cara membangun personal branding yang jujur dan bertanggung jawab.
Penyuluh Agama Islam, Hendriyanto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa literasi digital menjadi bagian penting dari pembangunan keluarga masa kini.
“Melalui KUA Berdampak, kami ingin penyuluhan agama tidak hanya bicara ibadah dan keluarga sakinah, tetapi juga kemandirian ekonomi. Konten kreator affiliate ini menjadi alternatif usaha halal dan relevan bagi warga usia nikah agar lebih siap membangun keluarga,” ujar Hendriyanto.
Ia menambahkan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat menghadapi perubahan zaman, termasuk transformasi digital yang semakin cepat.
Salah satu peserta kegiatan, Adit, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut.
“Biasanya saya cuma pakai media sosial buat hiburan. Dari kegiatan ini saya jadi paham kalau konten bisa jadi sumber penghasilan, asal tahu caranya dan tetap jujur. Penjelasannya sederhana dan langsung praktik, jadi lebih mudah dipahami,” ungkap Adit.
Program ini mendapat respons positif dari peserta karena tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan etika dalam berbisnis digital sesuai dengan ajaran agama.
Melalui kegiatan ini, KUA Mandiraja terus berkomitmen menghadirkan program-program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menyiapkan generasi usia nikah yang religius, produktif, dan mandiri secara ekonomi







