Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Bairurohim, Desa Somawangi, pada Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluh agama dalam memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat.
Penyuluhan tersebut mengangkat materi “Penyakit Hati yang Menjadi Penyebab Penyakit Fisik”. Melalui kegiatan ini, jamaah diajak untuk memahami keterkaitan antara kondisi hati dengan kesehatan jasmani, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan ruhani dan fisik.
Dalam penyampaian materinya, Dian Setiadi menjelaskan bahwa berbagai penyakit fisik dapat dipicu oleh kondisi hati yang tidak sehat, seperti iri, dengki, marah berlebihan, stres, serta prasangka buruk. Menurutnya, ajaran Islam menekankan pentingnya penyucian hati sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan dan kualitas hidup.
“Menjaga kesehatan hati merupakan bagian dari ikhtiar seorang muslim. Hati yang bersih dan tenang akan berdampak pada kesehatan fisik, ketenangan jiwa, serta kualitas ibadah,ˮ ujar Dian Setiadi saat menyampaikan materi di hadapan jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa amalan zikir, memperbaiki niat, memperkuat keimanan, serta membiasakan sikap sabar dan syukur menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan hati dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua MT Bairurohim, Ahmad Bintoro, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penyuluhan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dan dibutuhkan oleh jamaah.
“Kami mengapresiasi kegiatan penyuluhan ini karena memberikan pemahaman baru kepada jamaah bahwa menjaga kesehatan juga harus dimulai dari hati dan pikiran,ˮ ungkapnya.
Kepala KUA Mandiraja tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Namun demikian, beliau menyampaikan apresiasi atas peran aktif Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja dalam melaksanakan pembinaan keagamaan melalui majelis taklim. Menurutnya, kegiatan penyuluhan seperti ini penting untuk terus dilaksanakan sebagai upaya penguatan moderasi beragama dan pembinaan umat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Majelis Taklim Bairurohim dapat terus menjadi sarana pembinaan keagamaan yang efektif, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani.
(F/M)







