Penyuluh Agama Islam Pandanarum Dampingi Calon Pengantin dalam Pengisian Aplikasi Elsimil dan Bekali Spiritual Rumah Tangga

Banjarnegara – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam membangun keluarga sehat dan mencegah risiko stunting sejak pra-nikah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, Efatun Vaizah melakukan pendampingan kepada calon pengantin dalam pengisian data pada aplikasi Elsimil (Siap Nikah, Siap Hamil), sebuah inovasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (23/07)

Aplikasi ini dirancang untuk mendata dan menilai kesiapan calon pengantin secara menyeluruh, baik dari segi kesehatan, psikologis, maupun perencanaan kehamilan. Output dari aplikasi ini berupa Sertifikat Elsimil, yang kini menjadi salah satu syarat administratif dalam proses pendaftaran pernikahan.

Efatun membantu calon pengantin dalam proses pengisian data di aplikasi agar berjalan dengan lancar dan akurat. Ia memastikan setiap kolom terisi dengan benar, mulai dari riwayat kesehatan, kebiasaan hidup, hingga rencana perencanaan keluarga ke depan.

“Melalui aplikasi ini, kita bisa menilai kesiapan pasangan dalam membangun rumah tangga, bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga kesiapan fisik dan mental. Ini penting agar generasi ke depan tumbuh sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Setelah proses teknis selesai, Efatun juga mengajak calon pengantin berdialog ringan namun bermakna mengenai kehidupan rumah tangga. Ia memberikan bekal spiritual kepada pasangan tersebut, sebagai bagian dari pendampingan holistik yang menggabungkan aspek lahir dan batin.

Dalam dialog tersebut, Efatun menyampaikan pentingnya memulai pernikahan dengan niat yang lurus karena Allah SWT, menjaga komunikasi, dan saling menghargai dalam rumah tangga.

“Pernikahan bukan hanya ikatan lahir, tapi juga ikatan batin. Rumah tangga yang sakinah itu dibangun dari tiga pilar: kasih sayang, saling pengertian, dan kekuatan doa. Jangan lupa libatkan Allah dalam setiap langkah kehidupan bersama,” tutur Efatun.

Ia juga mengingatkan calon pengantin agar menjadikan rumah tangga sebagai ladang ibadah, dan agar tidak hanya fokus pada hal-hal duniawi, melainkan juga menanamkan nilai-nilai agama sejak awal pernikahan, termasuk dalam mendidik anak kelak.

Calon pengantin yang menerima pendampingan menyatakan sangat terbantu, baik secara administratif maupun spiritual. Mereka merasa lebih siap dan memiliki gambaran yang lebih utuh tentang apa yang perlu dipersiapkan sebelum dan setelah menikah. (ev)

Skip to content