Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka meningkatkan kesadaran beragama di lingkungan keluarga, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sigaluh memberikan penyuluhan bertema “Peran Ibu Rumah Tangga dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar” kepada jamaah majelis taklim, pada Jumat (10/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Majelis Taklim Al-Hidayah Desa Bojanegara tersebut dihadiri ibu rumah tangga yang antusias mengikuti materi yang disampaikan. Dalam kesempatan itu, penyuluh menjelaskan bahwa peran ibu dalam menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari tutur kata, sikap, dan kebiasaannya, anak belajar tentang kebaikan dan mengenal nilai-nilai Islam. Karena itu, ibu berperan penting dalam menanamkan kebiasaan amar ma’ruf nahi munkar di rumah,” ujar penyuluh dalam arahannya.
Penyuluh, Samsul Chusen juga menekankan bahwa ibu rumah tangga memiliki pengaruh besar dalam menjaga suasana keluarga agar tetap harmonis dan religius. Mengingatkan suami untuk selalu salat tepat waktu, membiasakan anak membaca Al-Qur’an, dan menjauhi perilaku yang dilarang agama adalah bentuk nyata pelaksanaan Amar Ma’ruf Nahi Munkar di dalam keluarga.
Selain sebagai pengingat kebaikan, ibu juga diharapkan mampu menjadi teladan. “Ketika ibu mencontohkan akhlak yang baik, anak-anak akan menirunya. Keteladanan adalah dakwah yang paling kuat,” tambah penyuluh.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan refleksi bersama para jamaah. Mereka menyampaikan rasa syukur atas penyuluhan tersebut karena memberikan pemahaman baru tentang peran besar seorang ibu dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah keluarga dan masyarakat. Penyuluh juga berharap majelis taklim terus menjadi wadah pembinaan umat yang aktif menyuarakan kebaikan dan menjauhkan dari kemungkaran. (ef, azd)







