Penyuluh Agama Karangkobar Gandeng PKH, Edukasi KPM untuk Cegah Pernikahan Anak

Banjarnegara – Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Karangkobar, Duwi Rohmah melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada Kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Telagalele, Desa Slatri, Kecamatan Karangkobar. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Penyuluh Agama dengan Pendamping PKH Kecamatan Karangkobar, Afin Sunny Madani, dan turut didampingi oleh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari UIN Walisongo Semarang. (Selasa, 20 Mei 2025)

Pertemuan ini dilaksanakan di rumah salah satu KPM PKH, sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat dan untuk menciptakan suasana yang lebih hangat serta akrab. Lokasi yang berada di tengah-tengah lingkungan warga memungkinkan kegiatan berlangsung efektif dan menjangkau peserta secara maksimal.

PAIF Karangkobar, Duwi Rohmah menyampaikan materi mengenai tugas dan fungsi Kantor Urusan Agama (KUA), ” KUA tidak Hanya sebagai Kantor Urusan Asmara atau Menikah saja, akan tetapi sebagai lembaga pelayanan keagamaan masyarakat yang mencakup pencatatan pernikahan, bimbingan keluarga sakinah, penyuluhan keagamaan, zakat, wakaf, bimbingan manasik haji bagi jamaah haji reguler dan layanan lainnya,” terangnya.

Selain itu, beliau menekankan pentingnya pencegahan pernikahan usia dini, dengan menjelaskan dampak negatifnya baik dari segi pendidikan, psikologis, maupun kesehatan. Penyuluh Agama juga mengajak para orang tua untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga dan membimbing anak-anak menuju masa depan yang lebih baik.

Duwi Rohmah PAIF Karangkobar menegaskan bahwa pernikahan anak bukan solusi, melainkan sumber masalah baru seperti tingginya angka perceraian, kemiskinan struktural, dan putusnya akses pendidikan.

Pendamping PKH pun menambahkan bahwa pencegahan nikah dini adalah bagian dari komitmen peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

“Pernikahan anak itu bukan hanya soal usia, tapi soal kesiapan mental, emosional, dan ekonomi. Kita harus lawan bersama budaya yang menganggap nikah dini sebagai jalan keluar,” tegas Duwi Rohmah

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan partisipasi aktif dari peserta. Diskusi hangat dan pertukaran pengalaman turut memperkaya suasana pertemuan. Kehadiran mahasiswa PPL dari UIN Walisongo juga menjadi momen pembelajaran nyata di lapangan serta memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan keluarga dan kualitas generasi penerus bangsa semakin meningkat. (DR/ak)

Skip to content