PPMTQ Andalusia Banjarnegara Selenggarakan Ujian Tasmi’ul Qur’an Semester Genap Untuk Kelas 7 dan 8

Banjarnegara – Dalam rangka mengukur capaian hafalan Al-Qur’an para santri, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPMTQ) Andalusia Banjarnegara mengadakan kegiatan Ujian Tasmi’ul Qur’an sebagai bagian dari ujian akhir semester genap tahun ajaran 2024/2025. (22/5)  Kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh santri kelas 7 dan kelas 8 dan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 20 hingga 23 Mei 2025.

Tasmi’ul Qur’an merupakan metode evaluasi di mana santri diminta untuk menyetorkan hafalan Al-Qur’annya secara langsung di hadapan para ustadz dan ustadzah penguji, tanpa melihat mushaf. Ujian ini tidak hanya bertujuan untuk menilai jumlah hafalan, tetapi juga ketepatan, kelancaran, dan kemampuan santri dalam menjaga hafalan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam proses pendidikan di PPMTQ Andalusia. Sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Anwasy Mahfudz, Al Hafidz, selaku Mudhir Ma’had,  bahwa ujian tasmi’ bukan hanya sekadar formalitas akademik, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban spiritual para santri terhadap amanah hafalan yang telah mereka pelajari.

“Tasmi’ adalah bagian dari pendidikan karakter Qur’ani. Di sini santri belajar jujur terhadap dirinya sendiri dan kepada Allah SWT. Mereka belajar disiplin, konsisten, dan ikhlas dalam menjaga kalam-Nya,” ujarnya.

Ujian dilaksanakan di ruang-ruang yang telah disediakan di lingkungan pesantren, dengan pengawasan langsung dari para asatidz pembimbing tahfidz. Suasana dibuat tenang dan kondusif agar santri dapat fokus saat menyetorkan hafalan. Beberapa santri melaksanakan tasmi’ dalam kelompok kecil, sementara yang lain melakukan setoran secara individu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Santri menyetorkan jumlah hafalnnya tersebut disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri dan hasil evaluasi selama semester genap berjalan.Kegiatan tasmi’ juga menjadi ajang pembentukan mental bagi para santri. Rasa gugup dan khawatir sebelum ujian merupakan tantangan tersendiri yang harus mereka hadapi,” tambahnya

Selain sebagai ujian individu, kegiatan ini juga membentuk atmosfer kompetitif yang sehat di kalangan santri. Mereka saling menyemangati dan mendukung satu sama lain untuk tampil maksimal. Tidak sedikit santri yang mengadakan sesi muraja’ah bersama hingga malam hari menjelang hari ujian.

Pihak pesantren berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus memperkuat hafalan mereka dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar lingkungan pesantren.

“Harapan kami, para santri tidak hanya mampu menghafal, tapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sikap dan perilaku mereka. Ujian Tasmi’ hanyalah satu tahap, perjalanan mereka sebagai penjaga Al-Qur’an masih panjang,” tutup Ustadz Achmad Harisun, Al Hafidz selaku Ketua Panitia Kegiatan Ujian Tasmi’. (h/em)

Skip to content