Penyuluh KUA Banjarnegara Bedah 5 Unsur Utama Manusia di Majelis Taklim, Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Diri

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat pemahaman spiritualitas dan pembangunan karakter masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, menggelar kajian mendalam di Majelis Taklim An Nisa Desa Ampelsari pada hari Rabu (15/4). Kajian kali ini mengangkat tema yang cukup filosofis namun aplikatif, yakni membedah 5 unsur utama dalam diri manusia.

“Manusia bukan sekadar sosok fisik yang tampak oleh mata. Untuk mencapai derajat insan kamil (manusia sempurna), seseorang harus memahami dan menyeimbangkan lima unsur yang ada dalam dirinya, yaitu: jasad (fisik), ruh (nyawa), nafs (jiwa), aql (akal), dan qalb (hati),”tutur penyuluh.

“Banyak manusia yang hanya fokus memberikan ‘makan’ pada jasadnya, namun membiarkan ruhaninya kelaparan. Padahal, ketenangan hidup hanya bisa dicapai jika kelima unsur ini berjalan selaras sesuai tuntunan syariat,” tegasnya.

Penyuluh menekankan bahwa akal harus terus diasah dengan ilmu, sementara qalb atau hati harus senantiasa dibersihkan dengan zikir dan keikhlasan. Jika salah satu unsur mendominasi secara negatif misalnya nafsu yang tidak terkendali maka keseimbangan diri akan goyah, yang berdampak pada munculnya penyakit hati dan perilaku sosial yang buruk.

Kajian ini disambut hangat oleh para jamaah. Diskusi berlangsung interaktif saat membahas bagaimana cara menjaga nafs agar tetap berada pada level Mutmainnah (jiwa yang tenang) di tengah hiruk-pukuk problematika dunia modern.

Melalui kegiatan ini, KUA Banjarnegara berharap masyarakat tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kokoh. Dengan mengenali diri sendiri melalui lima unsur tersebut, diharapkan jamaah mampu menjadi pribadi yang lebih bijak, rendah hati, dan senantiasa menebar maslahat bagi lingkungan sekitar. Kajian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan warga Banjarnegara.

Skip to content