Perempuan Tangguh, Keluarga Berkah: Penyuluhan KUA Warnai Semangat Kartini di Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka memperingati semangat Hari Kartini, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Retno Purnawati, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok binaan Posyandu ILP Krida Lestari 1 Desa Kutawuluh pada Selasa (21/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dilaksanakan di rumah salah satu kader, Ibu Rusminah, dengan diikuti sekitar 20 peserta yang merupakan ibu-ibu balita dan kader posyandu setempat.

Mengangkat tema ‘Peran Ibu dalam Membangun Suasana Tenang, Penuh Cinta, dan Keberkahan dalam Keluarga’, Retno menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan momentum Hari Kartini. Ia menekankan bahwa sosok ibu memiliki peran strategis sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, sekaligus sebagai penentu suasana dalam rumah tangga.

“Dalam keluarga, ibu adalah sumber ketenangan. Dari tutur kata, sikap, hingga doa seorang ibu, semua memiliki pengaruh besar dalam membentuk keluarga yang harmonis, penuh cinta, dan keberkahan,” ujar Retno dalam penyampaiannya.

Ia juga mengajak para peserta untuk meneladani semangat perjuangan Kartini, tidak hanya dalam hal emansipasi, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas diri sebagai ibu yang mampu mendidik generasi yang berakhlak dan berdaya.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif, diselingi dengan contoh-contoh ringan dan humor yang membuat peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Para ibu tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Bidan desa setempat dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada penyuluh agama KUA yang selama ini aktif mendampingi kegiatan masyarakat, khususnya dalam pembinaan keagamaan di kelompok posyandu.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Retno yang selalu siap membersamai kami dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat. Kehadiran penyuluh sangat membantu dalam memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan kepada para ibu,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara tenaga kesehatan dan penyuluh agama dalam membangun masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara spiritual dan emosional.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para ibu semakin menyadari pentingnya peran mereka dalam menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, sebagai pondasi utama dalam membangun generasi yang berkualitas. 

(rp/azd)

Skip to content