Banjarnegara (Humas) – Membaca Al-Qur’an tidak cukup lancar, harus benar sesuai tajwid. Kesalahan makhraj dan panjang pendek bisa mengubah makna ayat. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Fatma Kurnianingsih, dalam kegiatan Bimbingan Baca Al-Qur’an (BIMBAQU) di Majelis Taklim An Nur Desa Rakit RT 02 RW 01 yang diketuai Ani Hidayati pada Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang bertempat di Masjid An Nur ini dihadiri 7 jemaah ibu-ibu.Kali ini, Fatma fokus pada tahsin Surah Al-Humazah, surah ke-104 yang sering dibaca saat sholat namun masih sering keliru pelafalannya.”Surah Al-Humazah berisi peringatan keras bagi pengumpat dan pencela. Maka membacanya harus hati-hati. Jangan sampai karena salah tajwid, maknanya jadi salah,” jelas Fatma.
Ia membimbing jemaah dengan 3 metode tahsin. Pertama, perbaiki makhraj huruf. “Ayat pertama, wailul likulli humazatil lumazah. Huruf Ha di kata humazah harus jelas dari tenggorokan. Jangan tertukar dengan kha. Latihan diulang satu-satu.” Paparnya.
Kedua, jaga panjang pendek dan tasydid. “Pada lafadz alladzii jama’a maalan wa ‘addadah, mim pada jama’a ada tasydid, harus ditekan dua harokat. Begitu juga yahsabu anna maalahu akhladah, jangan dipantulkan sembarangan.” Terangnya.
Ketiga, pahami waqaf dan makna. “Surah ini mengajarkan jangan sibuk menghitung harta sambil merendahkan orang lain. Harta tidak akan membuat kekal. Yang kekal adalah amal sholeh. Jadi tahsin bukan hanya lisan, tapi juga hati.” Tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa dan murojaah bersama. Diharapkan 7 jemaah MT An Nur Desa Rakit RT 02 RW 01 semakin fasih membaca Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Humazah, dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari sifat suka mengumpat dan mencela sesama.
(n/azd)







