Perkuat Karakter Jamaah Melalui Fikih Kemerdekaan, KUA Pagentan Gelar Bimbingan Penyuluhan

Banjarnegara (Humas) – Upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan terus digencarkan oleh Kantor Agama melalui jajaran penyuluh di tingkat kecamatan. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan yang berlangsung di Aula Majelis Taklim (MT) Mantep Sasmita Babadan pada Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Fikih Kemerdekaan” ini diikuti sebanyak 32 orang jemaah yang merupakan wali siswa Kelompok Bermain (KB) Mantep Sasmita Babadan. Suasana penyuluhan berlangsung khidmat dan interaktif dengan kehadiran jajaran perangkat desa serta unsur komite sekolah yang turut memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya acara tersebut.

Dalam pemaparan materinya, M. Syaiful Abidin menekankan pentingnya memaknai kemerdekaan dari sudut pandang syariat Islam. Kemerdekaan tidak hanya sebatas kebebasan dari penjajahan fisik, tetapi juga kesadaran untuk menjaga kerukunan serta rasa syukur atas karunia berkebangsaan.

“Nikmat kemerdekaan dan nikmat persatuan adalah dua fondasi utama yang wajib kita jaga bersama. Tanpa adanya persatuan, kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan akan mudah tergoyahkan. Sebagai umat beragama, bentuk syukur terbaik kita adalah mengisi kemerdekaan ini dengan membangun tatanan keluarga dan masyarakat yang harmonis,” ujar Syaiful dalam ceramahnya.

Kegiatan ini menyedot antusiasme tinggi dari para peserta. Selain mendapatkan wawasan keagamaan, para wali siswa juga diajak untuk lebih aktif mendampingi tumbuh kembang anak berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Wakil Ketua MT Mantep Sasmita yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala KB Mantep Sasmita, Wati Ningsih, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif penyuluhan yang dihadirkan oleh KUA Pagentan. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan para orang tua murid.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan. Pemaparan Fikih Kemerdekaan ini membuka wawasan para orang tua dan pengurus majelis taklim tentang pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air serta mempererat tali silaturahmi antarwali murid demi kemajuan pendidikan anak-anak kita,” ungkap Wati Ningsih.

Melalui bimbingan penyuluhan ini, KUA Pagentan berharap sinergi antara lembaga keagamaan, pendidik, dan pemerintah desa dapat terus terjalin erat demi menciptakan masyarakat yang religius, nasionalis, dan sejahtera. 

(msa/azd)