Banjarnegara – Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali membudayakan kegiatan ta’aruf antara wali kelas dan orang tua murid sebagai langkah awal membangun komunikasi, kolaborasi, dan kemitraan dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan setelah pengumuman wali kelas melalui perkenalan di grup WhatsApp masing-masing kelas dan dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka dalam forum paguyuban kelas.(15/7)
Melalui grup WhatsApp, wali kelas memperkenalkan diri kepada seluruh orang tua murid sekaligus membuka ruang komunikasi yang hangat, santun, dan terbuka. Selanjutnya, perkenalan diperdalam dalam kegiatan tatap muka bersama paguyuban kelas sehingga guru dan orang tua dapat saling mengenal secara lebih dekat serta membangun hubungan yang dilandasi rasa saling percaya dan saling menghargai.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa ta’aruf merupakan fondasi penting dalam membangun sinergi antara madrasah dan keluarga. Menurut beliau, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua di rumah.
“Ketika guru dan orang tua saling mengenal, saling memahami, dan memiliki tujuan yang sama, maka proses pendidikan anak akan berjalan lebih optimal. Anak akan merasakan adanya dukungan yang utuh dari dua lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga dan madrasah,” tutur beliau.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan paguyuban kelas juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi mengenai berbagai program kelas yang akan dilaksanakan selama satu tahun pelajaran. Wali kelas menyampaikan agenda pembelajaran, program penguatan karakter, pembiasaan religius, kegiatan literasi, Program Sekolah Sehat, hingga berbagai kegiatan yang membutuhkan dukungan dan partisipasi orang tua.
Forum tersebut juga menjadi media untuk menyamakan persepsi mengenai pola asuh antara guru dan orang tua. Melalui dialog yang terbuka, kedua belah pihak berdiskusi tentang pentingnya membangun karakter anak secara konsisten, menanamkan kedisiplinan, membiasakan tanggung jawab, membangun kemandirian, serta mendampingi penggunaan teknologi secara bijaksana. Kesepahaman ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang selaras antara rumah dan madrasah sehingga anak memperoleh pembinaan yang berkesinambungan.
Melalui kegiatan ta’aruf ini, MIFABARA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan orang tua sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. (nas)







