Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan pengajian rutin Majelis Taklim An Nur yang dilaksanakan pada Rabu pagi (11/2/2026) di Dukuh Dengok, Desa Medayu. Kegiatan ini dihadiri oleh Khasan, Tugiran, serta Namyroh Ndaruwati dari KUA Kecamatan Wanadadi, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan dan penguatan spiritual masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tasmi’ Al-Qur’an yang dibacakan oleh Khasan, dengan melantunkan Surat Al-Baqarah ayat 203–230. Pembacaan Al-Qur’an berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, kemudian dilanjutkan dengan menirukan bacaan Surat Al-Waqi’ah ayat 1–16 secara bersama-sama oleh jamaah, sebagai bentuk tadarus dan pembiasaan membaca Al-Qur’an dengan tartil.
Selanjutnya, Namyroh Ndaruwati menyampaikan materi tentang tarbiyah ruhiyyah di bulan Ramadan, yaitu pendidikan dan pembinaan spiritual agar ibadah puasa tidak hanya bermakna menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membentuk kepribadian muslim yang bertakwa.
“Ramadan adalah madrasah ruhani. Tarbiyah ruhiyyah dimulai dari menjaga niat dan keikhlasan, karena seluruh amal ibadah sangat bergantung pada niatnya,” tutur Namyroh.
Ia menegaskan bahwa puasa sejatinya melatih pengendalian diri secara menyeluruh.
“Puasa bukan hanya menahan perut, tetapi juga menahan lisan dan hati dari ucapan serta sikap yang tidak baik,” imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa tilawah dan tadabbur Al-Qur’an merupakan amalan utama di bulan Ramadan, karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan yang mulia ini. Selain itu, Namyroh juga mengajak jamaah untuk menghidupkan qiyamul lail, munajat atau doa, air mata taubat, serta muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah Swt senantiasa mengawasi setiap perbuatan hamba-Nya.
“Melalui qiyam, munajat yang sungguh-sungguh, dan taubat yang tulus, hati akan menjadi lebih bersih dan lembut. Sementara muraqabah akan menumbuhkan rasa selalu dekat dan diawasi oleh Allah Swt,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan kekhusyukan. Jamaah Majelis Taklim An Nur tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan seksama, mulai dari tasmi’ Al-Qur’an hingga penyampaian materi, sebagai bekal spiritual dalam menyongsong Ramadan.
Sebagai penutup, Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melalui KUA Kecamatan Wanadadi terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyejukkan, edukatif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan umat, serta menumbuhkan semangat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
(NN/azd)







