Banjarnegara (Humas) – Pernikahan bukan sekadar resepsi sehari, tapi ibadah terpanjang seumur hidup. Itulah pesan utama yang ditekankan Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Ananda Rizki Setiawan saat melaksanakan Penasehatan Perkawinan Mandiri di Balai Nikah KUA Rakit, Rabu (16/9/2026).
Penasehatan diberikan kepada pasangan calon pengantin Agus Setiawan (44) asal Lampung dan Endriyani (41) dari Desa Situwangi, Kecamatan Rakit. Keduanya akan melangsungkan akad nikah pada (6/10/2026) mendatang.
Meski terpaut jarak, keduanya tampak antusias mengikuti setiap materi. Penghulu Ananda menekankan bahwa pernikahan harus dibekali ilmu, bukan hanya cinta.
“Nikah itu ibadah terpanjang. Kalau salat butuh wudu dan ilmu, apalagi menikah yang waktunya puluhan tahun. Harus siap ilmunya, siap mentalnya, dan siap tanggung jawabnya,” ujar Ananda di hadapan catin.
Dalam penasehatan tersebut, materi yang disampaikan meliputi empat pilar keluarga sakinah: menjaga komitmen dan kesetiaan, membangun komunikasi yang sehat, mengelola keuangan keluarga secara terbuka, serta memahami psikologi pasangan dan kesehatan reproduksi. Ananda juga mengingatkan pentingnya mengendalikan emosi dan menyelesaikan konflik dengan kepala dingin.
“Jangan mudah mengucapkan kata cerai. Kalau ada masalah, duduk bersama, musyawarah. Jadikan Al- Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman,” pesannya.
Calon pengantin pria, Agus Setiawan, mengaku bersyukur mendapat pembekalan langsung dari penghulu. “Jarak jauh dari Lampung ke Rakit, tapi ilmunya sangat berharga. Kami jadi lebih siap bukan hanya untuk akad, tapi untuk kehidupan setelahnya,” tuturnya.
Melalui layanan penasehatan mandiri ini, KUA Rakit berharap setiap pasangan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga siap membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan berketahanan.







