PMI Banjarnegara Kenalkan Ketrampilan P3K  pada Peserta Didik Melalui Ekstra PMR di MIFABARA

Banjarnegara (Humas) – MI Al Fatah Parakancanggah-Banjarnegara (MIFABARA) bekerjasama dengan PMI Banjarnegara dalam pelaksanaan ekstrakurikuler PMR. Salah satu materi yang diajarkan pada ekstra tersebut adalah ketrampilan bagaimana melakukan pertolongan pertama pada teman yang sakit atau yang mengalami kecelakaan ringan. (13/3)

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam tatap muka reguler untuk mendukung terwujudnya kurikulum dalam rangka memperluas wawasan, pengetahuan dan kemampuan siswa dalam menghayati apa yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler. Selain itu, melalui kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya mengembangkan diri siswa

Adapun salah satu ekstra yang dikembangkan di MIFABARA adalah ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR).

Untuk memaksimalkan kegiatan ekstra PMR, Mifabara gandeng PMI dalam pelaksanaan ekstra yang dilaksanakan sekali dalam sepekan.

“Dalam pelaksanaan ekstra PMR, kami bekerjasama dengan PMI sebagai pembimbing atau pelatih yang dilaksanakan seminggu satu kali. Adapun peserta adalah diwajibkan bagi peserta didik MI Al Fatah kelas 4 dan 5,”terang Durotun Nafisah, kepala madrasah.

Wahyu, Pembina PMR menjelaskan pentingnya anak usia remaja bisa mengerti dan memahami apa yang harus dilakukan jika melihat musibah kecelakaan.

 “ Mengembangkan karakter peduli pada usia remaja sangat penting, dan kepedulian tersebut perlu dimaksimalkan dengan ketrampilan, salah satunya ketrampilan P3K  sehingga para remaja mampu mengaplikasikan kepedulian tersebut dengan kemampuan apa yang harus dilakukan dengan benar jika melihat orang yang sakit atau mengalami kecelakaan ringan.”Tuturnya.

Para peserta kegiatan ekstra PMR nampak antusias dalam mengikuti materi yang disampaikan pemateri.

“Saya sangat senang bisa mengikuti ekstra PMR, selain menambah ilmu dan ketrampilan, para pemateri dan materi yang diajarkanpun sangat asyik dan tidak membosankan karena banyak prakteknya,” ungkap Nanang, peserta didik.

Cika, peserta didik menambahkan bahwa diwajibkannya ekstra PMR sama sekali tidak menjadikan beban bagi kami. karena sangat bermanfaat.”Tambahnya.

Pertemuan perdana anak-anak dikenalkan dan diajarkan ketrampilan P3K.

“Pada pertemuan perdana ini dari PMI mengajarkan ketrampilan P3K, bagaimana cara mengobati luka ringan, membalut luka, dan cara mengevakuasi korban. Pertemuan selanjutnya yang akan dilaksanakan setelah lebaran masih banyak materi yang akan diajarkan,” Terang Mila, pendamping ekstra PMR. (Nas)

Skip to content