Banjarnegara (Humas) – Podcast Madtsansa Ada Apa milik MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali hadir dengan episode terbaru yang penuh inspirasi. Pada Minggu (7/9), episode ke-14 resmi dipublikasikan melalui kanal YouTube dan Spotify Madtsansa, mengangkat tema Jejak Inspiratif Alumni Madtsansa di MAN Insan Cendekia Pekalongan.
Dalam episode ini, Linara selaku host berbincang dengan dua alumni berprestasi, yakni Asyraf, Ketua OSIS MTsN 1 Banjarnegara masa bakti 2024/2025, dan Fawwazz, peraih juara Olimpiade Bahasa Arab tingkat Kabupaten. Keduanya baru saja diterima di MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan, salah satu madrasah unggulan di Indonesia.
Sejak awal perbincangan, suasana hangat terasa. Linara menyampaikan rasa bangga dapat kembali bertemu dengan kedua alumni yang kini menorehkan prestasi baru.
“Senang sekali bisa menghadirkan Asyraf dan Fawwazz di podcast kali ini. Cerita mereka diharapkan bisa menjadi motivasi bagi adik-adik kelas di Madtsansa,” ujar Linara.
Ashraf, yang selama di Madtsansa aktif sebagai Ketua OSIS, mengaku perjalanan masuk MAN IC tidaklah mudah.
“Proses seleksi sangat ketat. Saya harus belajar ekstra, terutama pada bidang MIPA, dan banyak latihan soal. Tapi alhamdulillah doa dan usaha akhirnya membuahkan hasil,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Fawwazz juga berbagi pengalaman.
“Saya lebih fokus pada soal-soal moderasi beravami dan psikologi. Selain belajar, saya menjaga konsistensi, rajin berdoa, dan minta restu orang tua serta guru. Bagi saya, kunci utama sukses adalah usaha yang maksimal disertai doa,” jelasnya.
Kisah keduanya semakin menarik ketika membahas pengalaman berorganisasi. Asyraf menilai menjadi Ketua OSIS adalah pencapaian besar sekaligus pengalaman berharga.
“Bangga sekali bisa memimpin organisasi siswa. Saya belajar banyak tentang manajemen waktu dan kerja sama tim,” katanya.
Sementara itu, Fawwazz menceritakan bagaimana ia membagi waktu antara kegiatan OSIS dan lomba akademik.
“Saya membuat jadwal yang teratur, kapan waktunya organisasi, kapan waktunya belajar lomba. Meski lelah, tapi semua terasa menyenangkan karena sesuai dengan passion,” tutur Fawwazz.
Selain pengalaman akademik dan organisasi, keduanya juga menyampaikan kenangan indah selama di Madtsansa. Ashraf mengaku paling berkesan dengan kegiatan class meeting yang penuh keceriaan, sedangkan Fawwazz merasa suasana belajar di Madtsansa yang penuh dukungan dari guru sangat istimewa.
Episode kali ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa-siswi Madtsansa. Aldaninda, siswi kelas unggulan Tahfiz 9C, mengaku sangat menantikan episode ini.
“Saya penasaran sekali dengan perjalanan kakak alumni sampai bisa diterima di MAN IC. Cerita mereka bikin saya makin semangat belajar agar dapat menyusul ke MAN IC Pekalongan” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Tirta Arum, siswi kelas 9D.
“Podcast ini memberi motivasi bahwa asal kita mau berusaha sungguh-sungguh, pasti ada jalan menuju sekolah impian. Kak Ashraf dan Kak Fawwazz membuktikan kalau alumni Madtsansa mampu bersaing secara nasional,” katanya.
Di bagian akhir, baik Ashraf maupun Fawwazz menitipkan pesan khusus untuk adik-adiknya di Madtsansa.
“Jangan takut bermimpi besar. Kuncinya adalah konsistensi, doa, dan semangat pantang menyerah,” pesan Ashraf.
Sementara Fawwazz menambahkan tiga kunci sukses versi dirinya: fokus pada tujuan, disiplin, dan selalu rendah hati.
Linara pun menutup podcast dengan penuh harapan.
“Semoga kisah inspiratif Ashraf dan Fawwazz bisa menjadi bekal motivasi bagi kita semua. Dari Madtsansa, kita bisa melangkah ke mana saja,” tutupnya.
Dengan tema yang relevan dan narasumber inspiratif, episode ke-14 Madtsansa Ada Apa sukses menghadirkan semangat baru bagi siswa Madtsansa dan masyarakat luas. Podcast ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa alumni Madtsansa mampu menorehkan prestasi gemilang dan menginspirasi generasi berikutnya. (Fy/La)







