Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali merilis episode terbaru Podcast “Madtsansa Ada Apa?” pada Senin (29/9). Episode ke-15 ini menghadirkan tema yang sangat inspiratif, yaitu “Mengenal Lebih Dekat Kelas Unggulan Tahfidz Madtsansa”. Podcast berdurasi hampir satu jam ini dipandu oleh host Linara, dengan menghadirkan dua narasumber istimewa: Ustadz Khoirul Mahbub, Alhafidz, selaku koordinator kelas unggulan Tahfiz dan Arrafa Anugerah Priyanaoka, salah satu santri kelas 9 yang aktif menambah hafalan setiap hari.
Dalam pembukaannya, Linara menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga mimpi mencetak generasi Qur’ani di Madtsansa.
“Di setiap ruang kelas, sejak fajar tiba, lantunan ayat suci terdengar. Ada tawa, ada air mata, ada perjuangan di setiap huruf yang diulang. Kelas unggulan tahfidz bukan hanya mengajarkan hafalan, tetapi menanamkan disiplin, kesabaran, dan cinta kepada Al-Qur’an,” ujar Linara dengan penuh semangat.
Perbincangan dimulai dengan pengenalan Ustadz Khoirul Mahbub yang menceritakan latar belakangnya. Beliau mengungkapkan bahwa sejak lama terjun di dunia tahfidz dan merasa bangga bisa mendampingi para santri Madtsansa.
“Peran saya di madrasah adalah memastikan kurikulum tahfidz berjalan baik, memantau setoran harian, serta mengevaluasi perkembangan hafalan melalui jurnal halaqoh dan ujian berkala. Ini adalah amanah yang saya syukuri,” tutur Pak Mahbub.
Sementara itu, Arrafa memperkenalkan diri sebagai siswa kelas 9 yang kini telah menghafal 4 juz.
“Motivasi saya sederhana, ingin menghadiahkan mahkota di surga untuk orang tua. Kadang memang berat, tapi ada rasa nikmat ketika berhasil menambah hafalan baru,” ungkapnya.
Dalam sesi berikutnya, Ustadz Mahbub menjelaskan sejarah lahirnya kelas unggulan tahfidz yang merupakan implementasi visi Madtsansa mencetak generasi Qur’ani. Program ini memiliki jadwal yang cukup padat dari Senin hingga Kamis, mulai dari tahsin, setoran hafalan, hinggga muraja’ah.
“Tantangan terbesar justru menjaga konsistensi anak-anak di tengah padatnya tugas akademik. Namun berkat kerjasama guru, orang tua, dan semangat siswa, alhamdulillah program ini terus berjalan baik,” jelasnya.
Arrafa pun berbagi pengalaman tentang ujian tahfidz yang paling berkesan.
“Tasmi itu yang paling menegangkan. Hafalan diuji sekaligus, dan saya sempat grogi, tapi akhirnya berhasil. Rasanya bangga bisa melewati itu,” katanya sambil tersenyum.
Koordinator bidang keagamaan Abdul Majid, menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak agar program tahfidz Madtsansa terus berkembang.
“Kami ingin lulusan Madtsansa tidak hanya unggul akademik tetapi juga menjadi hafidz yang berakhlakul karimah. Dukungan orang tua dan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini,” ujar Abdul Majid.
Podcast ini juga menyoroti kegiatan pendukung seperti tasmi’ publik, imtihan bulanan, serta rihlah ke pesantren tahfidz yang menjadi momen penyemangat bagi siswa.
“Rihlah memberi pengalaman berharga, bisa bertemu para hafidz dari tempat lain dan membuat saya makin termotivasi,” tambah Arrafa.
Menutup perbincangan, Ustadz Mahbub menyampaikan harapannya agar jumlah siswa tahfidz terus bertambah setiap tahun.
“Kami bercita-cita melahirkan lebih banyak hafidz dan hafidzah yang mampu membawa cahaya Al-Qur’an di masyarakat. Semoga dukungan terus mengalir agar Madtsansa selalu menjadi pelopor generasi Qur’ani di Banjarnegara,” pungkasnya.
Episode ini ditutup oleh Linara dengan ajakan agar seluruh pendengar terus mendukung program tahfidz Madtsansa. “Mari bersama mencetak generasi Qur’ani, karena cahaya Al-Qur’an adalah bekal terbaik untuk masa depan,” tuturnya.
Podcast “Madtsansa Ada Apa?” episode 15 kini dapat didengarkan melalui kanal resmi madrasah di Spotify dan YouTube. Dengan sajian kisah nyata perjuangan guru dan siswa tahfidz, episode ini diharapkan mampu memberi inspirasi luas, tidak hanya bagi warga Madtsansa tetapi juga masyarakat yang peduli terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an. (Fy/La)







