Banjarnegara (Humas) – Podcast Madtsansa Ada Apa?, program resmi MTs Negeri 1 Banjarnegara yang sukses meraih penghargaan tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2022, kembali hadir dengan episode terbaru. Episode ke-13 kali ini mengangkat tema “Kreatif Bergerak, Prestasi Bergolak! Perjalanan Juara 1 Lomba Gerak Kreatif HUT ke-80 RI Madtsansa”.
Dipandu oleh host andalan Linara, podcast ini menghadirkan dua narasumber istimewa: Yuliana Rahmanti, guru matematika sekaligus pembina lomba, dan Jauza Qurrota’ayun, siswa kelas 9D yang menjadi salah satu peserta tim gerak kreatif. Seperti biasanya, tayangan bisa dinikmati setiap hari Sabtu melalui kanal YouTube dan Spotify Madtsansa.
Linara membuka podcast dengan semangat yang khas.
“Sahabat Madtsansa, di sini guru dan murid berdiri berdampingan, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, menjadikan mimpi sebagai peta. Dan di Madtsansa, merdeka bukan sekadar kata, tapi karya nyata,” ujarnya penuh energi.
Menurut Linara, episode kali ini sangat spesial karena membongkar proses panjang perjuangan siswa-siswi Madtsansa hingga meraih Juara 1 Lomba Gerak Kreatif tingkat Kecamatan Banjarnegara.
“Kita akan mendengar langsung kisah di balik kemenangan ini dari dua sosok luar biasa,” lanjutnya.
Dalam obrolan, Yuliana Rahmanti menceritakan bagaimana proses latihan berlangsung penuh tantangan.
“Kami mulai latihan sekitar tiga minggu sebelum lomba. Jadwal harus menyesuaikan dengan kegiatan belajar, stamina anak-anak juga diuji. Latihan bisa dua kali sehari menjelang lomba. Selain fisik, mental juga kami latih agar anak-anak percaya diri tampil di depan umum,” jelasnya.
Sementara itu, Jauza Qurrota’ayun berbagi pengalaman pribadi.
“Tantangan terbesar ada dua: kekompakan dan kelelahan. Satu tim berisi tujuh orang, jadi kalau ada satu saja yang terlambat atau salah, formasi bisa kacau. Tapi karena tujuan kami sama, kami saling menyemangati. Rasa capek akhirnya terbayar,” kata pengurus OSIM yang juga aktif di PMR dan musik ini.
Mengenang momen lomba, Bu Yuliana mengaku sangat tegang.
“Semua latihan berhari-hari dipertaruhkan dalam 10 menit tampil. Alhamdulillah anak-anak tampil penuh percaya diri, gerakan kompak, formasi rapi, dan ekspresi mereka meyakinkan. Hasil apa pun, saya yakin mereka sudah memberi yang terbaik,” ungkapnya.
Jauza menambahkan, “Momen paling berkesan saat formasi silang. Itu bagian tersulit, tapi kami bisa mengeksekusi dengan sempurna. Saat diumumkan sebagai Juara 1, kami semua loncat kegirangan, saling berpelukan, bahkan ada yang menangis terharu.”
Linara menyoroti makna kemenangan ini. Menurut Bu Yuliana, prestasi ini bukan sekadar piala, tapi simbol kekuatan karakter.
“Ini bukti siswa Madtsansa punya potensi luar biasa, bukan hanya akademik tapi juga seni, kreativitas, dan disiplin. Saya harap jadi motivasi bagi siswa lain untuk berani mencoba hal baru,” tuturnya.
Jauza pun mengakui banyak pelajaran berharga.
“Saya belajar arti kerja sama. Keberhasilan butuh proses panjang: latihan, disiplin, bahkan rasa sakit. Tapi semua itu membuat hasilnya manis. Saya percaya perjuangan tidak pernah sia-sia,” ujarnya.
Tim media Madtsansa Ada Apa? Fitriyanto turut menyampaikan kebanggaan atas keberhasilan episode ke-13 ini.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan konten inspiratif. Kemenangan Madtsansa di lomba gerak kreatif adalah bukti nyata bahwa semangat kolaborasi guru dan siswa menghasilkan karya luar biasa. Podcast ini menjadi ruang untuk mengabadikan cerita-cerita itu agar bisa menginspirasi lebih banyak orang,” jelas Fitriyanto.
Sejak pertama kali diluncurkan, podcast Madtsansa Ada Apa? berhasil menjadi wadah berbagi inspirasi. Dengan konsistensi tayang setiap Sabtu, program ini tak hanya menyajikan kisah prestasi, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, perjuangan, dan cinta tanah air.
Linara menutup episode dengan penuh optimisme.
“Semoga kemenangan ini jadi pijakan untuk prestasi berikutnya. Sahabat Madtsansa, mari terus bergerak kreatif, berprestasi, dan berjuang untuk mimpi kita,” ucapnya.
Dengan hadirnya episode ke-13 ini, Madtsansa Ada Apa? sekali lagi membuktikan diri sebagai podcast sekolah yang tak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi banyak kalangan. (Fy/La)







