Praktek ‘Tabulampot’ di MIN 3 Banjarnegara

Banjarnegara – MIN 3 Banjarnegara bekerja sama dengan BPP Kec. Madukara Jumat ini (6/9) mengadakan kegiatan ‘Tabulampot’ di Madrasah. Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi keterbatasan lahan di MIN 3 Banjarnegara.

Tabulampot adalah budidaya tanaman buah dalam pot. Sanyoto selaku fasilitator pertanian memberikan cara untuk membuat media tanam kepada siswa-siswi. Menurutnya ada 5 syarat tumbuh Tabulampot yang harus dipenuhi yaitu 1) pemilihan jenis tanaman yang sesuai, 2) pemilihan bibit tanaman, 3) pemilihan media tanam dan pot, 4) pemupukan yang efekti dan 5) pengendalian hama dan penyakit tanaman,

Dari kelima syarat tersebut yang paling penting adalah syarat ketiga. Yaitu pemilihan media tanam dan pot karena merupakan penentu tumbuh suburnya tanaman. Media tanam terdiri dari tiga komponen; berupa tanah, pupuk organik/pupuk kandang dan sekam (pasir atau serbuk gergaji dapat dijadikan alternatif). Media tanam tersebut dapat dicampur dengan perbandingan 1:1:1, terangnya.

“Hal terpenting yang harus dipahami dalam tabulampot adalah saat penyiraman tanaman, dalam hal penyiraman tidak boleh dilakukan berlebihan sampai air merembes dari dalam pot karena hal itu akan menghilangkan unsur hara dan pupuk terbawa oleh air siraman. Harapan dari kegiatan ini adalah membekali siswa agar mengetahui cara menanam tanaman dengan baik dan benar,” pungkasnya.

Keuntungan Tabulampot jika dibandingkan dengan hidroponik adalah lebih murah, efektif untuk tanaman dengan ukuran besar untuk menghasilkan buah atau sayur dalam satu kali masa panen.

Tabulampot sebagai upaya untuk membudidayakan tanaman buah/sayur pada lahan yang minimalis sangat cocok untuk dikembangkan bagi masyarakat sekitar madrasah yang nantinya akan dipelopori oleh MIN 3. Adapun tanaman yang daoat dibudidayakan antara lain ; tomat, terong, cabe, tanaman buah seperti buah tiin, buah kelengkeng, buah semangka dan lainnya, ucap Giyanto, Plh Kepala MIN 3 Banjarnegara.

Nantinya MIN 3 akan bekerjasama dengan masyarakat sekitar untuk dapat menerapkan tabulampot.”Saya juga berharap agar siswa dan siswi yang hari ini dilatih nantinya dapat menaman, merawat serta membudidayakan tabulampot di lingkungannya masing-masing,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut BPP Kecamatan Madukara juga memberikan bantuan benih tomat dan terong ungu. Sugeng Priyanto selaku koordinator program Madrasah Adwiyata berterima kasih kepada BPP Kecamatan Madukara atas bantuan penyuluhan serta benih tumbuhan.

Kedepannya kegiatan seperti ini akan terus dilakukan guna menghijaukan kembali lingkungan madrasah. Sebagai Madrasah rintisan Adiwiyata MIN 3 Banjarnegara terus berbenah.”Kami berharap kebersihan lingkungan, pengolahan sampah, penghijauan, pencegahan pencemaran dan pelestarian lingkungan dapat menjadi budaya bagi seluruh warga madrasah tanpa kecuali dan dimulai sejak dini.”Tuturnya. (sp/mnh)