Praktikum IPA Materi Getaran Kelas 8C Madtsansa Latih Penalaran Kritis dan Kolaborasi Siswa

Banjarnegara — Siswa kelas 8C MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti kegiatan praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Rabu (8/1) di ruang kelas. Praktikum tersebut mengangkat materi getaran dan diampu oleh guru IPA, Novia Fajriati Alqomar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman konsep sains sekaligus mengembangkan kompetensi Profil Pelajar Pancasila khususnya pada dimensi penalaran kritis dan kolaborasi.

Praktikum dilaksanakan secara berkelompok dengan memanfaatkan alat dan bahan sederhana yang telah disiapkan sebelumnya. Setiap kelompok melakukan pengamatan, mencatat hasil percobaan, serta mendiskusikan temuan yang diperoleh. Melalui metode ini, siswa tidak hanya mempelajari teori getaran, tetapi juga mengaitkannya dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menyampaikan bahwa kegiatan praktikum merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPA. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik mampu mendorong siswa untuk lebih aktif, kritis, dan bertanggung jawab terhadap proses belajar mereka.

“Praktikum seperti ini sangat relevan dengan kurikulum yang menekankan pada penguatan karakter dan kompetensi siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih bernalar kritis dalam menganalisis hasil percobaan serta belajar bekerja sama dalam kelompok. Ini sejalan dengan dimensi P5RA yang terus kami kembangkan di madrasah,” ujar Hj. Yuniyati.

Ia juga menambahkan bahwa praktikum IPA tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai dalam topik Panca Cinta, seperti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melalui rasa syukur atas ilmu pengetahuan, cinta terhadap ilmu, serta cinta kepada diri sendiri dan sesama melalui kerja sama dan saling menghargai.

Sementara itu, guru IPA kelas 8, Novia Fajriati Alqomar, menjelaskan bahwa materi getaran dekat dengan kehidupan siswa dan mudah dipraktikkan di kelas. Ia berharap melalui praktikum ini, siswa dapat memahami konsep getaran secara lebih mendalam dan tidak hanya menghafal teori.

“Dengan praktikum, siswa bisa melihat langsung bagaimana suatu benda bergetar, menghitung frekuensinya, serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi getaran. Selain itu, mereka juga belajar berdiskusi, berbagi tugas, dan menyampaikan pendapat secara ilmiah,” jelas Novia.

Novia menambahkan bahwa pembelajaran IPA juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan. Menurutnya, ketika siswa merasa senang dan terlibat langsung dalam pembelajaran, maka rasa ingin tahu mereka akan semakin berkembang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan bahwa belajar sains adalah bagian dari ibadah, sebagai wujud cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, karena ilmu adalah anugerah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Salah satu siswa kelas 8C, Anindia, mengaku senang mengikuti praktikum IPA tersebut. Ia menilai kegiatan praktikum membuat pelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.

“Kalau praktik langsung, kami jadi lebih paham tentang getaran. Kami juga bisa berdiskusi dengan teman satu kelompok dan saling membantu,” ungkap Anindia.

Hal senada disampaikan oleh Ayasi, siswa kelas 8C lainnya. Ia mengatakan bahwa kerja kelompok dalam praktikum mengajarkannya untuk menghargai pendapat teman dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama.

“Praktikum ini melatih kami untuk kompak dan bertanggung jawab. Kami belajar bukan hanya tentang IPA, tapi juga tentang kebersamaan dan saling menghargai,” tuturnya.

Melalui kegiatan praktikum IPA materi getaran ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, serta selaras dengan nilai-nilai karakter dan keislaman, sehingga siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. (Lin)

Skip to content