Program Unggulan FDS MTs N 3 Banjarnegara: Upaya Bentengi Gen Z dengan Al-Quran

Banjarnegara – Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Banjarnegara ( MEGABARA ) memiliki kelas unggulan yaitu program Full Day School (FDS) yang konsentrasi dalam bidang tahfidz. Program ini memberikan kesempatan kepada siswa yang berminat untuk mempelajari dan menghafal Al Qur’an. Program ini mulai dibuka pada Tahun Ajaran 2018/2019. Dalam perjalanannya, program tahfidz ini semakin mendapat sambutan dari masyarakat. Animo masyarakat semakin meningkat tiap tahunnya dengan bukti jumlah kelas dan siswa yang semakin bertambah.

Penanggung jawab sekaligus salah satu inisiator FDS MEGABARA, Mitro Aji Widyantoro mengatakan bahwa awal mula membuka program ini didasari atas rasa keprihatinan melihat generasi muda atau Gen Z yang semakin melenceng dari nilai-nilai moral, nilai-nilai agama, dan pemahaman agama. Salah satu cara untuk membentengi Gen Z dari perilaku menyimpang adalah dengan mendekatkan diri dan intens berinteraksi dengan Al Qur’an juga memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“ Awal mula dibuka program ini adalah rasa keprihatinan kami kepada para siswa yang semakin jauh dari nilai-nilai Al Qur’an. Kemudian kami sebagai tim menginisiasi sebuah program yang sekiranya bisa mendekatkan siswa kami kepada Al Qur’an. Sebagai langkah awal dalam merintis pembukaan program ini, kita melakukan study banding atau  study edukasi ke madrasah/ lembaga pemerintah yang sudah terlebih dahulu membuka program tahfidz. Mulai dari kurikulum, metode, serta staf pengajar. Saat itu kita study banding ke MTsN 1 Kebumen kemudian persiapan pembukaan sampai tahun 2019 pembukaan perdana. Sampai akhirnya MEGABARA berhasil mempelopori adanya program tahfidz Qur’an pada madrasah pemerintah di daerah Banjarnegara.  Selang beberapa waktu program ini diikuti oleh madrasah yang lain, “ terangnya saat dialog kecil dengan tim warta Megabara.

Kepala Madrasah, Natir, sangat berbahagia adanya FDS dan mensupport penuh dengan program yang ada di dalamnya.

 “ Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya ( HR. Bukhari ). Kami sangat bersyukur adanya program FDS ini. Kehadiran FDS merupakan salah satu pendidikan yang dinantikan oleh masyarakat pada saat ini mengingat budaya kehidupan sekarang yang semakin kompetitif dan vulgar. Kurikulum dalam program ini bisa menjadi bekal bagi para siswa yang berada pada Gen Z  agar mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang dinantikan kehadirannya disetiap zaman. FDS lahir menjawab tantangan peradaban baru sekaligus menjadi partner orang tua dalam memilih pendidikan anak di era digital agar bisa menata jiwa anak dengan Al Qur’an sekaligus membentengi diri dari pengaruh buruk yang semakin liar, “ tuturnya.

Untuk bisa mendaftar dan masuk ke dalam program FDS ini ada beberapa tahapan program yang harus dilewati. Mitro Aji Widyantoro menjelaskan tahapan-tahapan yang harus dilewati para calon siswa. “ Untuk bisa masuk dalam program FDS ini, para siswa harus melewati  serangkaian tes. Seperti membaca Al Qur’an, wawancara, dan hafalan beberapa surat pendek. Tes ini dilakukan untuk pengelompokan sesuai dengan kemampuan siswa, sehingga dapat segera dipetakan akan masuk kedalam kelompok yang mana? Ula, wustho, atau takhasus dalam proses pembelajarannya,” paparnya saat diminta informasi tentang FDS.

Tim wartawan MEGABARA juga mewawancarai salah satu musyrif FDS yaitu Ani Rini Mursidah. Beliau menjelaskan terkait proses setoran, talaqi dan murojaah siswa. “  Setiap harinya siswa setoran ayat yang sudah dihafalnya kepada pembimbing. Kemudian pembimbing menalaqi dan memperbaiki hukum bacaan serta makhrarijul huruf yang masih salah. Kalau sudah selesai satu surat dan bacaan sudah benar, siswa akan murojaah ( mengulang hafalan ) dulu sebelum kenaikan surat. Kalau siswa sudah menyelesaikan 1 juz, dia akan dicek lagi hafalannya dari ayat awal sampai akhir minimal 2 kali putaran dalam murojaah. Kalau sudah lancar baru mengikuti ujian Tasmi Al Qur’an dengan 1 kali duduk 1 juz dengan memilih penguji yang diinginkan,“ terang Wali kelas IX A program FDS ini.

Disamping kegiatan rutinitas harian seperti : talaqi, murojaah, tasmi, sholat dhuha, khitobah, computer, dll, banyak juga kegiatan yang diikuti oleh FDS yang lain, seperti : mengikuti Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiraati (  EBTAQ ) setiap tahun yang diadakan oleh Qorda Qiroati Kabupaten Banjarnegara, kemah Al Qur’an, parenting islami bagi para wali siswa, dsb.

Sudah 6 tahun keberadaan FDS di MEGABARA, existensinya sudah tidak diragukan lagi. FDS berhasil mempelopori adanya program tahfidz di lembaga pemerintah. Meskipun di awal pembukaan pasti ada kendala dan konflik yang dihadapi baik konflik internal maupun konflik eksternal. Tetapi “ public trust” bicara bahwa MEGABARA sukses dengan program FDSnya. ( FN )

Skip to content