PW IPARI Jawa Tengah Salurkan Bantuan Korban Bencana Tanah Bergerak Dukuh Kali Ireng, Desa Ratamba, Banjarnegara

Banjarnegara – Melalui Pokjaluh (Kelompok Kerja Penyuluh) Kabupaten Banjarnegara PW IPARI (Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Jawa Tengah salurkan bantuan berupa uang tunai Rp. 12.000.000 kepada korban tanah bergerak di Dukuh Kali Ireng, Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara. (Jumat, 14/02/2025)

Kegiatan Penyuluh Agama Peduli Bencana Alam Tanah Gerak di Ratamba Kec. Pejawaran ini dihadiri oleh Ketua dan Pengurus Pokjaluh Banjarnegara serta Para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pejawaran, Kecamatan Pagentan, Kecamatan Karangkobar dan Kecamatan Batur. 

Dalam kegiatan ini, Ketua Pokjaluh Kab. Banjarnegara, Nasirin menyampaikan empatinya kepada para korban. “Kami mewakili  Penyuluh Agama Islam yang ruang lingkup kerjanya berhadapan, berbaur dan turun langsung di tengah-tengah masyarakat, tentunya dapat merasakan juga kesedihan akibat bencana tanah bergerak ini, semoga para warga terdampak diberikan kesehatan dan kesabaran.” tutur Nasirin.

“Kami berharap dengan bantuan yang tidak seberapa ini, akan dapat meringankan kesedihan yang dirasakan, dan dapat bermanfaat bagi warga terdampak.” imbuh Nasirin

Kepala Desa Ratamba, Juniawan menyampaikan ucapan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh para penyuluh kepada para masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami mewakili Pemerintahan Desa dan juga mewakili para warga terdampak mengucapkan terima kasih kepada PW IPARI Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan melalui Pokjaluh  Banjarnegara. Kami sangat senang bapak ibu penyuluh telah berkunjung kesini dan terima kasih sekali bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi warga kami yang terdampak. semoga menjadi amal kebaikan.” katanya.

Setelah menyerahkan bantuan, rombongan Penyuluh Agama Islam juga meninjau langsung kondisi lokasi terdampak tanah gerak. Sebagai informasi, bencana longsor di Dukuh Kali Ireng, Desa Ratamba, terjadi pada 21 Januari 2025 dini hari. Akibat kejadian ini, 16 rumah rusak, 17 KK terdampak, dan 63 Jiwa Mengungsi, serta sejumlah fasilitas umum dan akses jalan kabupaten ikut terdampak. (dr)

Skip to content