Banjarnegara (Humas) – Sakit adalah ujian, bukan azab. Dibalik sakit ada penggugur dosa dan kesempatan untuk lebih dekat dengan Allah SWT. Kuncinya adalah sabar dan tetap semangat berikhtiar untuk sembuh.
Pesan penuh haru tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit dalam kegiatan bimbingan rohani Islam bagi pasien rawat inap di Puskesmas Rakit 1 pada Jumat (18/9/2026). Tiga penyuluh yang hadir adalah Sodikin, Fuad Latif, dan Fatma Kurnianingsih.
Mereka menyambangi satu persatu pasien dengan sentuhan halus, senyuman, dan doa tulus.
Dalam bimbingannya, Fatma Kurnianingsih meyakinkan pasien agar tidak putus asa menghadapi sakit.”Allah berfirman, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sakit ini adalah cara Allah menyayangi kita. Jangan mengeluh terus, tapi perbanyak sabar dan istighfar. Orang sakit yang sabar doanya mustajab,” tutur Fatma di hadapan pasien.
Ia menyampaikan 3 kunci menghadapi sakit. Pertama, sabar dan ikhlas. “Terima sakit ini sebagai takdir. Jangan marah. Dengan sabar, pahala mengalir dan hati jadi tenang” paparnya.
Kedua, tetap semangat ikhtiar. “Minum obat teratur, ikuti saran dokter dan perawat. Jangan menolak makan. Semangat sembuh itu juga bagian dari ibadah” jelasnya.
Ketiga, perbanyak doa dan zikir. “Jangan lupakan salat sebisanya, walau berbaring. Doa adalah senjata orang mukmin” tegasnya.
Di penghujung acara, Fuad Latif memimpin doa bersama untuk kesembuhan pasien. Dengan suara lembut, ia membacakan doa Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa isyfi antasy syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman yang artinya Ya Allah hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.
Suasana haru menyelimuti ruang rawat inap. Beberapa pasien tampak meneteskan air mata.
Sodikin kemudian menghibur pasien agar tetap yakin akan kesembuhan. “Jangan takut, bapak ibu tidak sendiri. Kami dari KUA Rakit selalu mendoakan. Banyak pasien yang sembuh total. Yakinlah, Allah Maha Penyembuh. Tetap tersenyum” ungkapnya.
Pihak Puskesmas Rakit 1 mengapresiasi kehadiran penyuluh. Sinergi kesehatan jasmani dan rohani diharapkan mempercepat proses penyembuhan pasien rawat inap.
(n/azd)







