Banjarnegara (Humas) – Aura kesejukan spiritual terasa kental di Gedung Majelis Taklim Miftahul Jannah, Desa Pagentan, pada Kamis siang (12/2/2026). Puluhan anggota Majelis Taklim berkumpul dengan khidmat untuk mengikuti pengajian penyuluhan agama yang diselenggarakan dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1447 H.
Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, memberikan paparan mendalam mengenai kesiapan diri menghadapi bulan penuh ampunan. Dalam penyuluhannya, Alfiana menekankan bahwa persiapan menuju Ramadan bukan sekadar urusan dapur atau fisik semata, melainkan manajemen hati dan pemantapan fikih ibadah.
Dalam tausiyah yang disampaikan secara komunikatif tersebut, Alfiana menjelaskan pentingnya “Tashfiyatul Qulub” atau pembersihan hati sebelum memasuki bulan Ramadan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan ibadah puasa sangat ditentukan oleh sejauh mana seseorang membekali diri dengan ilmu yang benar.
“Memasuki bulan Ramadan tanpa ilmu ibarat berjalan di kegelapan tanpa senter. Kita harus paham mana yang membatalkan puasa dan mana yang merusak pahala puasa. Mari kita jadikan sisa waktu menuju Ramadan ini untuk saling memaafkan agar hati kita lapang saat menjalankan ibadah nanti,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan para jamaah.
Kegiatan yang berlangsung pada siang hari ini mendapat sambutan hangat dari pengurus dan anggota majelis. Ketua Majelis Taklim Miftahul Jannah, Isnaini Salamah, menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama ke tengah-tengah masyarakat sangat membantu warga dalam memahami persoalan agama yang dinamis.
Isnaini berharap materi yang disampaikan dapat dipraktikkan langsung oleh para ibu di lingkungan keluarga masing-masing.
“Kami sangat bersyukur atas ilmu yang dibagikan oleh Ibu Alfiana. Penjelasan beliau sangat mudah dimengerti, terutama terkait amalan-amalan sunnah yang sering terlupakan. Kehadiran beliau membangkitkan semangat ibu-ibu untuk menjadikan Ramadan tahun ini lebih berkualitas dari tahun sebelumnya,” ungkap Isnaini Salamah.
Pertemuan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif seputar problematika ibadah praktis sehari-hari. Puluhan ibu-ibu yang hadir tampak antusias melontarkan pertanyaan, mulai dari hukum fidyah hingga keutamaan salat Tarawih.
Melalui kegiatan jemput bola seperti ini, KUA Pagentan berkomitmen untuk terus mengawal masyarakat dalam meningkatkan literasi keagamaan. Dengan bekal spiritual yang matang, diharapkan masyarakat Desa Pagentan dapat menyambut bulan Ramadan dengan penuh sukacita, kedamaian, dan ketaatan yang meningkat.
(an/azd)







