Banjarnegara (Humas) – Kegiatan Posyandu Dusun Jumbleng, Desa Pasegeran, Kecamatan Pandanarum, kembali menghadirkan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan. Tidak hanya menjadi wadah pelayanan kesehatan ibu dan anak, kegiatan kali ini juga diisi dengan pembinaan keagamaan sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. (12/2/2026)
Kolaborasi antara Suprihatin selaku Penyuluh Agama Islam dengan Gita selaku Bidan Desa Pasegeran, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sejak pagi hari, para ibu tampak antusias membawa balita mereka ke lokasi posyandu. Kegiatan diawali dengan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Selain itu, para ibu juga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan bidan terkait kesehatan anak, pola makan, hingga daya tahan tubuh menjelang puasa.
Gita menyampaikan pentingnya menjaga asupan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak dan ibu menyusui, agar tetap sehat selama Ramadan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan pola istirahat dan konsumsi cairan yang cukup saat sahur dan berbuka nantinya.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak, termasuk dalam menjaga pola hidup sehat. Saat Ramadan, pastikan keluarga tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang agar ibadah berjalan lancar,” ujar Gita.
Setelah rangkaian pelayanan kesehatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Suprihatin. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para ibu untuk mempersiapkan Ramadan dengan sebaik-baiknya, baik dari segi fisik, mental, maupun spiritual. Ia menekankan bahwa bulan Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat hubungan dalam keluarga, serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak dini.
Suprihatin juga mengingatkan pentingnya membangun suasana rumah yang religius selama Ramadan, seperti membiasakan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an bersama, serta mengajarkan anak-anak tentang makna puasa secara bertahap sesuai usia mereka. Menurutnya, peran ibu sangat strategis dalam membentuk karakter dan kebiasaan ibadah anak.
Kegiatan yang memadukan pelayanan kesehatan dan pembinaan keagamaan ini mendapat respons positif dari warga. Mereka merasa mendapatkan manfaat yang lengkap, tidak hanya informasi kesehatan tetapi juga motivasi spiritual menjelang bulan penuh berkah.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan Posyandu tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga ruang edukasi dan pembinaan bagi masyarakat. Sinergi antara penyuluh agama dan tenaga kesehatan menjadi bukti bahwa pembangunan kualitas masyarakat dapat dilakukan secara menyeluruh menyehatkan jasmani sekaligus menguatkan rohani demi mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, dan religius.
(ev/azd)







