Banjarnegara – Problem Based Learning (PBL) adalah metode pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dimana siswa belajar melalui pengalaman pemecahan masalah. Hal itu yang diterapkan guru kelas V A MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) ketika pembelajaran matematika. (5/8).
Bertempat di out door kelas dan diikuti seluruh siswa kelas V A serta guru kelas sebagai fasilitator, metode ini diterapkan pada pelajaran matematika dengan materi bilangan cacah. Hal tersebut diterapkan, karena ingin menumbuhkan semangat belajar anak saat pelajaran matematika, seperti yang disampaikan Farida Fitriana guru kelas V A
“Ya, memang metode ini diterapkan supaya motivasi semangat belajar anak dalam pelajaran matematika meningkat dan anak lebih riang,” ujar Farida Fitriana guru kelas V A
Adapun media yang digunakan adalah warung cacah. Cara penerapan dalam pembelajaran yaitu guru menjelaskan materi terkait bilangan cacah, cara membaca dan menulis bilangan cacah, setelah itu guru memberikan permainan edukatif berupa warung cacah. Dimana dalam warung itu ada beberapa jajan yang bertuliskan harga dan troli belanjaan, setiap siswa mengambil satu troli dan jajan yang sudah disiapkan soalnya. Setelah siswa berbelanja, siswa mengerjakan soalnya dan mengumpulkan ke guru, kemudian guru mengoreksi dan merefleksi bersama.
Tujuan diterapkan metode dan media tersebut untuk memberi wawasan bilangan cacah dan matematika itu menyenangkan
“Kami memberikan metode dan media tersebut supaya anak dapat menambah wawasan tentang bilangan cacah dan mengubah sudut pandang anak dari matematika susah ke matematika menyenangkan”, ujar Farida Fitriana
Hal tersebut memberikan respon positif dari siswa kelas V A, salah satunya Mahira merasa senang belajar dengan metode dan media warung cacah
“Saya senang belajar dengan bermain karena belajarnya akan terasa asyik dan semangat”, kata Mahira siswa kelas V A
Harapannya siswa bisa menerapkan bilangan cacah dalam kehidupan sehari-hari. (RF).







