Selasa Berbahasa Jawa Krama Inggil, Langkah Nyata MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo Mewujudkan Madrasah Global Berkarakter

Banjarnegara – MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) terus menghadirkan inovasi pembelajaran melalui program pembiasaan bahasa sebagai salah satu upaya mewujudkan Madrasah Global yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Program ini dilaksanakan secara terjadwal setiap pekan dengan penggunaan bahasa yang berbeda pada setiap harinya, yaitu Bahasa Indonesia pada hari Senin, Bahasa Jawa Krama Inggil pada hari Selasa, Bahasa Inggris pada hari Rabu dan Kamis, serta Bahasa Arab pada hari Jumat dan Sabtu.

Melalui program tersebut, murid dibiasakan menggunakan bahasa sesuai jadwal yang telah ditentukan, baik ketika berinteraksi dengan guru, teman, maupun warga madrasah lainnya. Pembiasaan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri, karakter santun, serta kesiapan menghadapi perkembangan dunia global tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

Pada pembiasaan Selasa Berbahasa Jawa Krama Inggil yang dilaksanakan pekan ini, mentor menyampaikan kosakata sesuai materi yang telah diprogramkan. Murid diajak mengenal, mengucapkan, memahami arti, kemudian mempraktikkan kosakata tersebut dalam percakapan sederhana di dalam kelas. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan menyenangkan sehingga murid lebih mudah memahami penggunaan Bahasa Jawa Krama Inggil dalam kehidupan sehari-hari.(4/8)

Melalui pembiasaan yang dilakukan secara berulang, murid tidak hanya belajar menghafal kosakata, tetapi juga memahami pentingnya menggunakan bahasa yang santun sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan era global.

Sebagai bagian dari publikasi kegiatan madrasah, Audina Dwi Novelita dari Tim Media MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo turut berkunjung ke kelas 1A HEBAT untuk mendokumentasikan proses pembelajaran. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pengambilan video percakapan murid menggunakan Bahasa Jawa Krama Inggil sebagai bentuk implementasi hasil pembiasaan yang telah dipelajari.

Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, menyampaikan bahwa pembiasaan bahasa menjadi salah satu program strategis madrasah dalam membentuk generasi yang mampu berkomunikasi secara luas tanpa kehilangan jati diri.

“Madrasah Global bukan hanya tentang kemampuan menguasai bahasa asing, tetapi juga bagaimana murid mampu menjaga identitas budaya, menghormati nilai-nilai luhur, dan memiliki karakter yang baik. Karena itu, kami menghadirkan pembiasaan empat bahasa secara terjadwal agar murid memiliki bekal komunikasi yang lengkap untuk masa depan,” jelas Wahyul Khomisah.

“Semoga melalui pembiasaan ini, murid tumbuh menjadi generasi yang santun dalam bertutur, percaya diri dalam berkomunikasi, serta siap menghadapi tantangan global tanpa melupakan budaya dan nilai-nilai yang dimiliki,” harap Wahyul Khomisah.

Audina Dwi Novelita dari Tim Media MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo mengapresiasi semangat murid kelas 1A saat mengikuti kegiatan pembiasaan bahasa.

“Ketika proses pengambilan video berlangsung, murid terlihat sangat antusias mempraktikkan kosakata dan percakapan menggunakan Bahasa Jawa Krama Inggil. Keberanian mereka berbicara di depan kamera menunjukkan bahwa pembiasaan yang dilakukan guru telah memberikan dampak positif terhadap rasa percaya diri murid,” ungkap Audina Dwi Novelita.

“Dokumentasi seperti ini bukan sekadar menjadi bahan publikasi, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa pembelajaran dapat dikemas secara menyenangkan, interaktif, dan bermakna. Semoga semangat belajar murid terus tumbuh bersama berbagai program unggulan yang dimiliki madrasah,” tambah Audina Dwi Novelita.

Program pembiasaan empat bahasa menjadi salah satu bentuk komitmen MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan memadukan Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa Krama Inggil, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, berbudaya, serta memiliki kompetensi global. (NF)

Skip to content