Banjarnegara (Humas) — Suasana penuh kehangatan dan kekhusyukan menyelimuti kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Al Fajr Dusun Karangkobar, Desa Medayu, Kecamatan Wanadadi, Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati tersebut menghadirkan materi yang menyentuh hati sekaligus memberi penguatan spiritual dan kesehatan bagi jamaah, khususnya kaum ibu dan lansia.
Dalam penyampaiannya, Dewi Kholifah mengangkat tema tentang enam dosa orang tua kepada anak yang kerap terjadi tanpa disadari. Keenam hal tersebut meliputi kurang memberikan perhatian kepada anak, terlalu memanjakan anak, tidak mengajarkan syariat agama, menjadikan anak sebagai “mesin ATM” ketika dewasa, memberi makanan haram, serta bersikap terlalu keras kepada anak.
Menurutnya, orang tua memiliki amanah besar dalam membentuk generasi yang saleh dan berakhlak mulia. Kesalahan pola asuh dapat meninggalkan luka batin dan berdampak pada kehidupan anak di masa depan.
“Anak bukan hanya titipan yang diberi makan dan sekolah, tetapi amanah Allah yang harus dibimbing dengan kasih sayang, pendidikan agama, dan keteladanan. Jangan sampai orang tua justru menjadi sebab rusaknya masa depan anak,” tutur Dewi Kholifah di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan agama sejak dini agar anak tumbuh dengan fondasi iman yang kuat dan terhindar dari pengaruh negatif perkembangan zaman.
Sementara itu, Namyroh Ndaruwati menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan jasmani, khususnya bagi para lansia. Dalam sesi tersebut, jamaah diajak melakukan peregangan otot sederhana guna menjaga kelenturan tubuh, memperlancar peredaran darah, dan meningkatkan kebugaran di usia lanjut.
Namyroh menegaskan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan kesehatan rohani, tetapi juga mendorong umatnya menjaga kesehatan fisik sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)
Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya kesehatan dalam sabdanya bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.
“Kesehatan adalah nikmat besar yang sering dilupakan. Lansia tetap harus bergerak dan menjaga tubuh agar tetap sehat sehingga ibadah pun bisa dilakukan dengan lebih baik dan nyaman,” ujar Namyroh.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Jamaah tampak mengikuti materi dengan seksama, bahkan beberapa lansia ikut mempraktikkan gerakan peregangan yang dipandu secara langsung.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi berharap majelis taklim tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang pembinaan umat yang menyentuh aspek spiritual, keluarga, dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, KUA Wanadadi terus berkomitmen menghadirkan penyuluhan agama yang membumi, menyejukkan, dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
(NN/azd)







