Banjarnegara – Suasana kelas 5D MIFABARA pagi itu terasa istimewa. Aroma tumis kangkung yang menggugah selera membuat seluruh siswa bersemangat. Hari itu, mereka memperingati Hari Kangkung, sebuah kegiatan edukatif yang mengajarkan anak-anak pentingnya mengenal, mencintai, dan mengonsumsi sayuran lokal.(21/10)
Kegiatan dimulai dengan penjelasan dari wali kelas 5D, Nani, yang memberikan edukasi ringan tentang tanaman kangkung. Ia menjelaskan bahwa kangkung memiliki nama latin Ipomoea aquatica Forsk., termasuk dalam keluarga Convolvulaceae atau keluarga kangkung dan ubi jalar. Tanaman ini tumbuh subur di wilayah tropis seperti Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
“Kangkung ini mudah ditanam, bahkan di halaman rumah. Di balik kesederhanaannya, kangkung kaya akan manfaat karena mengandung vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, dan serat yang baik untuk tubuh,” jelasnya.
Nani menambahkan bahwa mengonsumsi kangkung secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan mata, melancarkan pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Anak-anak mendengarkan dengan penuh rasa ingin tahu, sambil sesekali mengajukan pertanyaan lucu tentang cara menanam kangkung di rumah.
Usai sesi edukasi, anak-anak bersama guru menyiapkan santapan sederhana: tumis kangkung dan nasi hangat. Suasana kelas pun dipenuhi tawa dan keakraban. Salah satu siswa, Sofia, berkata,
“Rasanya enak banget, gurih dan segar. Saya jadi suka makan sayur sekarang!”
Kegiatan sederhana namun bermakna ini turut mendapat apresiasi dari orang tua. Rosi, wali murid, menilai kegiatan ini dapat menanamkan kebiasaan baik sejak dini.
“Anak jadi tahu manfaat sayur dan tidak pilih-pilih makanan,” ujarnya.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, turut memberikan apresiasi.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak belajar gizi, gotong royong, dan rasa syukur kepada Allah atas nikmat alam yang melimpah,” tuturnya.
Selain bergizi, kangkung juga mengandung makna filosofis mendalam. Tanaman ini tumbuh di air maupun di tanah, lentur namun tidak mudah patah melambangkan ketangguhan, kesederhanaan, dan kemampuan beradaptasi dalam kehidupan.
“Dari kangkung, kita belajar rendah hati namun bermanfaat bagi banyak orang,” tutur Nani menutup kegiatan.
Melalui Hari Kangkung, siswa kelas 5D tidak hanya makan bersama, tetapi juga belajar menghargai alam, kesehatan, dan nilai kehidupan yang sederhana namun bermakna.(nas)







