Siap Hadapi ANBK, Madtsansa Lakukan Koordinasi

Banjarnegara – Menjelang pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banjarnegara melakukan langkah strategis dengan menggelar koordinasi internal. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (28/7) pukul 10.00 WIB di ruang tamu kepala madrasah. Koordinasi tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum, Yuniyati, dan diikuti oleh para guru pengampu mata pelajaran penguatan kompetensi literasi membaca dan numerasi.

Dalam arahannya, Yuniyati menekankan pentingnya persiapan matang dalam menyambut ANBK yang merupakan bagian dari Asesmen Nasional yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“ANBK bukan sekadar evaluasi individu, tetapi potret kualitas pembelajaran di madrasah kita. Maka dari itu, koordinasi ini penting agar semua pengampu berada pada visi yang sama dalam membimbing siswa,” ujar Yuniyati dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa madrasah telah merancang program penguatan kompetensi secara terstruktur, yang akan dilaksanakan mulai 29 Juli hingga 23 Agustus 2025.

“Program ini akan kita jalankan dengan maksimal, mengingat siswa kelas VIII yang menjadi peserta ANBK sudah terpilih secara acak oleh Kemendikbud. Tugas kita adalah memastikan mereka mendapatkan bimbingan yang sesuai, baik dari sisi literasi maupun numerasi,” lanjutnya.

Salah satu guru pengampu literasi membaca, Surya Widhi Prakosa, yang turut hadir dalam rapat menyampaikan pandangannya.

“Materi literasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemahaman bacaan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis terhadap teks. Kami mencoba menyajikan latihan yang kontekstual agar siswa bisa lebih mudah menyerap,” tuturnya.

Senada dengan itu, Arif Widayanto, selaku pengampu numerasi menyatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran numerasi akan lebih aplikatif.

“Soal numerasi pada ANBK umumnya menuntut kemampuan logika dan pemahaman matematika dalam konteks kehidupan nyata. Oleh karena itu, kami menggunakan pendekatan berbasis masalah (problem-based learning), agar siswa terbiasa dengan tipe soal yang ada,” ungkapnya.

Kegiatan penguatan kompetensi ini akan dilaksanakan di dua kelompok, yaitu Kelas Hebat dan Kelas Keren, masing-masing dengan ruang dan jadwal berbeda. Jadwal disusun agar tidak mengganggu jam pelajaran utama, yaitu pada Selasa hingga Sabtu sore.

Tak hanya guru, siswa pun turut mempersiapkan diri secara aktif. Natania Astiani Karim, salah satu siswa kelas VIII yang menjadi peserta ANBK dari Kelas 8G, mengaku antusias menyambut bimbingan yang akan diberikan.

“Awalnya saya merasa agak takut karena katanya ANBK itu sulit. Tapi dengan adanya bimbingan literasi dan numerasi, saya jadi lebih tenang karena pastinya akan dijelaskan dengan cara yang menyenangkan,” ujar Natania.

Kepala Madrasah, H. Yatiman dalam surat pemberitahuannya kepada orang tua/wali peserta ANBK menekankan pentingnya kerja sama antara pihak madrasah dan orang tua dalam menyukseskan kegiatan ini. Dalam surat tersebut, ia menyampaikan bahwa penguatan kompetensi adalah bagian dari upaya serius madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Keberhasilan ANBK bukan hanya tanggung jawab siswa, tapi juga guru, madrasah, dan tentu saja orang tua. Kami berharap semua pihak mendukung program ini dengan sepenuh hati,” tulis Yatiman dalam surat bernomor 1965/Mts.11.04.11/PP.00.5/07/2025 tertanggal 26 Juli 2025.

Dengan koordinasi dan persiapan yang matang, Madtsansa optimistis dapat menjalani ANBK tahun ini dengan hasil yang membanggakan. Semangat kebersamaan antara guru, siswa, dan seluruh warga madrasah menjadi modal utama dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang unggul dan berdaya saing. (Lin)

Skip to content