Banjarnegara – Empat peserta didik yang merupakan anggota English Club MAN 2 Banjarnegara berbagi keresahan sebagai siswa kelas XII dalam drama bahasa Inggris bertajuk Senior Students’ Core pada Selasa (20/2). Drama bahasa Inggris ini ditampilkan pada kegiatan Sosialisasi Asesmen Madrasah Peserta Didik kelas XII MAN 2 Banjarnegara tahun Pelajaran 2023/2024 yang dihadiri oleh wali peserta didik kelas XII, komite, guru, dan karyawan MAN 2 Banjarnegara.
Bertempat di lapangan indoor, peserta didik yang ikut andil dalam drama bahasa Inggris tersebut ialah Argitta Nova Triana (XII IPA 1), Mirza Irkham Yafiq (XII IPA 3), Anindya Wahyu Aulia (XII IPA 1), dan Firzana Zahida Filzah (XII IPA 1). Dalam proses latihannya, Argitta mengaku persiapan drama ini terlampau singkat. “Kami diberi tahu untuk tampil itu sehari sebelum action, tapi kami berusaha semaksimal mungkin sebagai persembahan terakhir sebelum lulus,” ujarnya. Ia pun menyampaikan drama ini terinspirasi dari kisah nyata mereka. “Bersama pembina, kami merumuskan bersama untuk jalan ceritanya yang relate dengan kelas XII,” imbuhnya.
Dalam penampilannya, para member EC ini membagikan keresahan mereka dalam peran masing-masing. Argitta bertugas menyampaikan lelahnya ia belajar di sekolah dengan durasi yang panjang. “Saya lelah belajar selama tujuh jam di madrasah, belum lagi kegiatan ekstrakurikuler dan kehidupan sosial di luar,” ungkapnya. Dilanjutkan Mirza, ia menambahkan ia pun masih harus les di luar sekolah. “Sebagai siswa kelas XII, kami juga ikut tambahan belajar di luar. Tak hanya itu, kami juga perlu ikut les untuk persiapan SNBT,” tambahnya.
Tak hanya itu, Firzana pun menyampaikan ia nyaris depresi memikirkan masa depannya. “Setelah lulus dari madrasah ini, kami bingung mau apa. Terkadang sampai terpikir untuk nikah saja,” resahnya. Membawa angin segar untuk ketiganya, Anindya sebagai narator mengajak kawannya untuk tetap tenang dan tidak gegabah. “Nikah itu bukan solusi terbaik, kita sekarang terlalu muda untuk jadi orang tua,” ujarnya. “Jangan lupa, ada banyak orang sekitar yang sayang. Kita bisa konsultasi dengan bapak dan ibu guru di sekolah, curhat dengan teman, dan berbagi keresahan itu dengan orang tua,” jelasnya.
Sejalan dengan pesan tersebut, Ridlo Pramono, kepala MAN 2 Banjarnegara menyampaikan beberapa hal kepada wali siswa yang hadir. “Bapak dan ibu wali siswa, meski drama yang ditampilkan adalah bahasa Inggris, tapi kita masih sangat bisa untuk menangkap pesan yang ingin anak kita sampaikan. Luar biasa anak-anak kita ini. Mari kita beri perhatian yang cukup kepada mereka, kita dengarkan keresahannya, kita bicarakan pula solusi terbaiknya dengan mereka,” ungkapnya. Ridlo pun mendoakan peserta didik kelas XII untuk ke depannya. “Semoga anak-anak kita kelas XII selalu sehat dan bisa mencapai apa mereka cita-citakan setelah lulus dari MAN 2 Banjarnegara, madrasahnya para juara,” harapnya. (ka)

