Siswa MIMAU Ikuti Uji Publik Pada Haflah Khotmil Quran

Banjarnegara – MI Maarif Al Falah Joyokusumo memiliki program unggulan diantaranya Pembelajaran Al Qur’an Metode Qiraati & Tahfizh yang bekerja sama dengan TPQ Joyokusumo. Pada periode Rajab sepuluh siswa – siswi dinyatakan lulus Qiraati melalui IMTAS, dan delapan siswa dinyatakan lulus Juz 30 melalui IMTAH.

Kegiatan Ujian / IMTAS & IMTAH tersebut merupakan agenda rutin tiap 6 bulan sekali, dimana persyaratan mengikuti IMTAS (Imtihan Akhir Santri) harus mengikuti mengaji dan lulus dari jilid I sampai dengan kelas Finishing.

Demikian juga IMTAH (Imtihan Tahfizh) persyaratannya memiliki syahadah lulus Qiraati dan telah mampu menghafal Juz 30 sesuai dengan kaidah tajwid. Ujian tersebut dilakukan dari tingkat lembaga, kecamatan sampai dengan tingkat cabang / kabupaten khusus metode Qiraati.

“Alhamdulillah, kami bangga dan bersyukur siswa – siswi yang lulus Qiraati & Juz 30 dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik secara kuantitas maupun kualitas.. Ini berkat semangat yang dimiliki siswa serta dukungan yang sangat baik dari para walimurid,” ucap Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah juga kepala TPQ Joyokusumo.

Disamping itu guru – guru yang dengan tekun mengajar dengan sabar dan ikhlas bahkan saat ini siswa termuda lulus IMTAH berusia 9 tahun (kelas III), imbuhnya.

Sebagai wujud kebahagiaan dan rasa syukur dilaksanakan “Haflah Khotmil Qur’an TPQ & Pasca TPQ Program Tahfizh Juz 30” (18/3). Yang pada rangkaian acara inti adalah Imtihan Terbuka atau Uji Publik, disitu siswa secara bergantian diberikan pertanyaan oleh para tamu undangan yang hadir seperti kepala TPQ, koordinator kecamatan dan koordinator cabang serta wali khotam.

Saat Uji Publik / Imtihan terbuka adalah bidang Fashohah, Tartil, Ghorib, Tajwid, Doa Harian, Praktik Wudhu, Sholat, serta Surah pendek untuk peserta IMTAS. Sedangkan peserta IMTAH menjawab pertanyaan seputar Juz 30 tentang Ismu surah, Awal Akhir, Sambung ayat, dll. Materi tambahan pada IMTAH adalah praktik sholat jenazah.

Koordinator Cabang Qiraati Banjarnegara, Durrotun Nafisah menyampaikan bahwa diharapkan para santri setelah hafal dan mampu mempraktekkan sholat jenazah, mudah – mudahan kelak ketika orang tua mereka wafat, putra – putrinyalah yang pertama kali mensalati, ungkapnya.

Suasana haru para walimurid ketika menyaksikan buah hatinya yang tampil dipanggung dengan lantang dan cepat menjawab pertanyaan yang diberikan para tamu undangan secara bergantian.

Acara Haflah Khotmil Qur’an dilaksanakan sangat khikmat, dimasa pandemic tamu undangan dibatasi serta tetap mematuhi protocol kesehatan. Bagi ang tidak menghadiri mereka bisa menyaksikan melalui live streaming.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih atas segala ilmu yang diberikan guru – guru kepada anak kami, sehingga mampu membaca, menulis, menghafal Al Qur’an. Uji Publik ini adalah bukti anak – anak menguasai yang diajarkan. Harapan saya semoga mereka bisa mengamalkan ilmunya dan pesan saya, yang akan lulus kelas VI bisa melanjutkan ke pesantren atau Madrasah Tsanawiyah” ungkap Umi Baroroh walimurid ananda Fadil yang memperoleh nilai tertinggi ini. (WK/mnh)