Supervisi Pembelajaran Tingkatkan Kualitas Guru IPA di MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – Upaya peningkatan kualitas pembelajaran terus dilakukan di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Pada Selasa (11/11), tim penilai pengembang keprofesian berkelanjutan (PKB) madrasah melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran kepada salah satu guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Dewi Fairuz Zulaikha, di kelas IX A. Supervisi tersebut dipimpin langsung oleh Hj. Yuniyati, selaku tim pengembang keprofesian berkelanjutan di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Kegiatan supervisi ini merupakan bagian dari program pembinaan guru yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran di kelas. Melalui supervisi ini, guru mendapatkan kesempatan untuk memperoleh masukan, refleksi, serta pendampingan dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif sesuai tuntutan kurikulum.

Pada kegiatan tersebut, Dewi Fairuz Zulaikha mengajar materi “Rangkaian Listrik Seri dan Paralel” dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang secara kontekstual dan menarik. Dalam pembelajarannya, siswa diajak untuk melakukan percobaan sederhana menggunakan baterai, kabel, dan lampu kecil untuk memahami perbedaan antara rangkaian seri dan paralel. Suasana kelas tampak hidup, dengan antusiasme siswa yang tinggi saat melakukan pengamatan terhadap nyala lampu pada berbagai jenis rangkaian.

Menurut Hj. Yuniyati, pelaksanaan supervisi bukan sekadar menilai kinerja guru, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan.

“Supervisi pembelajaran adalah bagian penting dari pengembangan profesional guru. Kami tidak datang untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memberikan bimbingan, dukungan, dan apresiasi terhadap kreativitas guru dalam mengelola kelas,” ujarnya seusai kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa inovasi pembelajaran berbasis eksperimen seperti yang dilakukan oleh Dewi Fairuz Zulaikha sangat relevan dengan semangat Merdeka Belajar, karena memberikan ruang bagi peserta didik untuk bereksplorasi dan menemukan konsep melalui pengalaman langsung.

“Pendekatan ini membantu siswa berpikir kritis dan memahami konsep sains secara mendalam. Guru seperti Bu Dewi patut diapresiasi karena telah berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif dan bermakna,” imbuh Hj. Yuniyati.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan supervisi merupakan bagian dari budaya mutu madrasah yang terus dikembangkan. Ia menegaskan bahwa supervisi bukan hanya kegiatan administratif, melainkan sarana refleksi bagi guru untuk terus tumbuh dan belajar.

“Kami di MTs Negeri 1 Banjarnegara berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang profesional dan berkualitas. Melalui supervisi PKB, kami ingin memastikan bahwa setiap guru memiliki kesempatan untuk mendapatkan umpan balik konstruktif dan dukungan dalam meningkatkan kompetensinya,” tutur H. Yatiman.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Hj. Yuniyati dan tim PKB dalam memberikan pendampingan yang humanis dan membangun.

“Pendampingan yang dilakukan dengan pendekatan yang positif seperti ini akan menumbuhkan semangat belajar guru dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran,” lanjutnya.

Di sisi lain, Dewi Fairuz Zulaikha, guru yang disupervisi, mengaku bersyukur dan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. “Saya merasa kegiatan ini sangat membantu saya untuk terus memperbaiki metode pembelajaran. Melalui masukan dari Ibu Yuniyati, saya bisa melihat dari perspektif lain bagaimana siswa belajar secara lebih efektif,” ungkapnya.

Dewi juga menuturkan bahwa pembelajaran IPA akan lebih bermakna bila siswa diberi kesempatan untuk bereksperimen langsung.

“Anak-anak lebih mudah memahami konsep listrik ketika mereka mencoba sendiri menyusun rangkaian. Dari situ, mereka tidak hanya tahu teori, tetapi juga mengalami proses ilmiah secara nyata,” katanya.

Kegiatan supervisi berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Setelah observasi pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi reflektif antara guru dan supervisor. Dalam sesi tersebut, Dewi Fairuz Zulaikha mendapatkan berbagai saran konstruktif terkait pengelolaan waktu, variasi pertanyaan tingkat tinggi, serta strategi penilaian formatif.

Dengan terselenggaranya supervisi pembelajaran ini, diharapkan kualitas guru di MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin meningkat, sejalan dengan visi madrasah untuk mewujudkan pembelajaran yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

“Supervisi bukan akhir, tetapi langkah awal menuju pembelajaran yang lebih baik,” pungkas Hj. Yuniyati dengan penuh semangat. (Lin)

Skip to content