Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar, Duwi Rohmah, menyampaikan tausiyah pada kegiatan Majelis Taklim Cokroaminoto Karangkobar yang digelar pada Jumat (5/12/2025), bertempat di TPQ Al Ghazali Karangkobar Kulon.
Mengusung tema;“Syukur Nikmat: Menjadi Orang Tua Penjaga Generasi, Mencetak Anak Cucu Shalih–Shalihah agar Selamat dari Musibah Zaman,” kegiatan ini mengajak jamaah memperkuat kesadaran bahwa syukur bukan sekadar ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam peran nyata mendidik keluarga.
Dalam penyuluhannya, Duwi Rohmah menegaskan bahwa anak-anak adalah amanah Allah SWT yang harus dijaga dengan penuh kasih sayang, keteladanan, serta doa yang tak pernah putus dari orang tua dan simbah.
“Syukur nikmat sebagai orang tua bukan hanya mengucap Alhamdulillah, tetapi diwujudkan dengan mendidik anak penuh cinta, menjadi teladan akhlak yang baik, serta selalu mendoakan mereka agar tumbuh dalam iman dan kebaikan,” ungkapnya.
Ia mengutip firman Allah SWT:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.”
(QS. Ibrahim: 7)
Menurutnya, rasa syukur yang benar akan melahirkan keluarga yang kokoh, hangat, dan peduli terhadap pembinaan iman anak-anak. Rumah pun menjadi tempat terbaik untuk menanamkan nilai agama dan akhlak mulia.
Duwi juga mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ… إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, sakit, kesedihan, atau gangguan, bahkan tertusuk duri sekalipun, melainkan Allah menghapus dosa-dosanya.
(HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573)
Hadis tersebut memberikan pemahaman bahwa berbagai musibah yang terjadi merupakan ujian sekaligus pengingat agar manusia kembali kepada rasa syukur, kesabaran, dan sikap introspeksi diri.
Lebih lanjut, Duwi menyinggung realita sosial di Kecamatan Karangkobar, di mana pada tahun 2025 terjadi peningkatan kasus pernikahan akibat kehamilan pranikah di kalangan remaja. Fenomena ini menjadi peringatan serius bagi seluruh orang tua dan keluarga untuk semakin memperkuat pengawasan, komunikasi, dan pendidikan agama kepada anak-anak.
“Ini bukan untuk saling menyalahkan, tetapi menjadi bahan muhasabah agar kita semakin menjaga amanah Allah berupa anak-cucu kita,” tambahnya.
Melalui kegiatan Majelis Taklim ini, jamaah diajak menjadikan syukur sebagai kekuatan keluarga dalam menghadapi musibah zaman, dengan membangun rumah tangga yang penuh iman, keteladanan, doa, serta kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi penerus.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Diharapkan, penguatan nilai syukur dan peran orang tua ini dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda Karangkobar agar tumbuh menjadi anak-anak salih–salihah yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
(dr/ azd)







