“Syukur Tiupnya Ruh” penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati  Ajak MT As Sodik Doakan Keselamatan Janin

Banjarnegara (Humas) – Empat bulan adalah momen istimewa, saat Allah meniupkan ruh kepada janin. Selamatan bukan sekadar tradisi, tapi wujud rasa syukur dan ikhtiar doa agar ibu dan janin diberi keselamatan. Pesan penuh makna tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati, dalam kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim As Sodik Rakit yang diketuai Chajilah pada Senin (21/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan di rumah  Novi dan dihadiri jemaah ibu-ibu MT As Sodik Dusun Bulu Kidul RT 05 RW 04 Desa Rakit. Kali ini Endah mengusung tema “Rasa Syukur dan Doa Keselamatan Janin”. Endah menjelaskan bahwa usia 4 bulan adalah fase penentuan.” Buka Endah.

“Dalam hadits Rasulullah, pada usia 120 hari atau 4 bulan, Allah perintahkan malaikat meniupkan ruh, menetapkan rezeki, ajal, amal dan nasibnya. Maka inilah waktu terbaik untuk memperbanyak syukur dan doa,” tutur Endah.

Ia memaparkan 3 amalan penting saat selamatan 4 bulan. Pertama, perbanyak syukur. “Jangan mengeluh mual, pusing. Syukuri, ini amanah dari Allah. Dengan bersyukur, Allah akan tambah nikmat kesehatan bagi ibu dan janin.” Paparnya.

Kedua, panjatkan doa keselamatan. “Bacakan doa Nabi Zakaria, Robbi habli min ladunka dzurriyatan thoyyibah. Ya Allah anugerahkan keturunan yang baik. Dan doa keselamatan, Allahumma ihfazh hadza janin. Lindungilah janin ini.” Terangnya.

Ketiga, jaga akhlak dan makanan halal. “Ibu hamil harus jaga lisan, jangan ghibah, perbanyak baca Al-Qur’an terutama Surat Yusuf dan Maryam. Makan yang halal, agar janin tumbuh suci dan menjadi anak sholehah.” Tegasnya.

Ketua MT As Sodik, Chajilah, mengaku bersyukur atas tausiyah tersebut. “Tema ini sangat pas. Kami jadi paham selamatan 4 bulan itu bukan mistis, tapi momentum doa kepada Allah.” Ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan ibu, janin, dan keluarga. Diharapkan jemaah MT As Sodik Rakit dapat mengambil hikmah selamatan 4 bulan sebagai penguat tauhid dan rasa syukur kepada Allah SWT.

(n/azd)Banjarnegara (Humas) – Empat bulan adalah momen istimewa, saat Allah meniupkan ruh kepada janin. Selamatan bukan sekadar tradisi, tapi wujud rasa syukur dan ikhtiar doa agar ibu dan janin diberi keselamatan. Pesan penuh makna tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati, dalam kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim As Sodik Rakit yang diketuai Chajilah pada Senin (21/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan di rumah  Novi dan dihadiri jemaah ibu-ibu MT As Sodik Dusun Bulu Kidul RT 05 RW 04 Desa Rakit. Kali ini Endah mengusung tema “Rasa Syukur dan Doa Keselamatan Janin”. Endah menjelaskan bahwa usia 4 bulan adalah fase penentuan.” Buka Endah.

“Dalam hadits Rasulullah, pada usia 120 hari atau 4 bulan, Allah perintahkan malaikat meniupkan ruh, menetapkan rezeki, ajal, amal dan nasibnya. Maka inilah waktu terbaik untuk memperbanyak syukur dan doa,” tutur Endah.

Ia memaparkan 3 amalan penting saat selamatan 4 bulan. Pertama, perbanyak syukur. “Jangan mengeluh mual, pusing. Syukuri, ini amanah dari Allah. Dengan bersyukur, Allah akan tambah nikmat kesehatan bagi ibu dan janin.” Paparnya.

Kedua, panjatkan doa keselamatan. “Bacakan doa Nabi Zakaria, Robbi habli min ladunka dzurriyatan thoyyibah. Ya Allah anugerahkan keturunan yang baik. Dan doa keselamatan, Allahumma ihfazh hadza janin. Lindungilah janin ini.” Terangnya.

Ketiga, jaga akhlak dan makanan halal. “Ibu hamil harus jaga lisan, jangan ghibah, perbanyak baca Al-Qur’an terutama Surat Yusuf dan Maryam. Makan yang halal, agar janin tumbuh suci dan menjadi anak sholehah.” Tegasnya.

Ketua MT As Sodik, Chajilah, mengaku bersyukur atas tausiyah tersebut. “Tema ini sangat pas. Kami jadi paham selamatan 4 bulan itu bukan mistis, tapi momentum doa kepada Allah.” Ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan ibu, janin, dan keluarga. Diharapkan jemaah MT As Sodik Rakit dapat mengambil hikmah selamatan 4 bulan sebagai penguat tauhid dan rasa syukur kepada Allah SWT.

(n/azd)

Banjarnegara (Humas) – Empat bulan adalah momen istimewa, saat Allah meniupkan ruh kepada janin. Selamatan bukan sekadar tradisi, tapi wujud rasa syukur dan ikhtiar doa agar ibu dan janin diberi keselamatan. Pesan penuh makna tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati, dalam kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim As Sodik Rakit yang diketuai Chajilah pada Senin (21/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan di rumah  Novi dan dihadiri jemaah ibu-ibu MT As Sodik Dusun Bulu Kidul RT 05 RW 04 Desa Rakit. Kali ini Endah mengusung tema “Rasa Syukur dan Doa Keselamatan Janin”. Endah menjelaskan bahwa usia 4 bulan adalah fase penentuan.” Buka Endah.

“Dalam hadits Rasulullah, pada usia 120 hari atau 4 bulan, Allah perintahkan malaikat meniupkan ruh, menetapkan rezeki, ajal, amal dan nasibnya. Maka inilah waktu terbaik untuk memperbanyak syukur dan doa,” tutur Endah.

Ia memaparkan 3 amalan penting saat selamatan 4 bulan. Pertama, perbanyak syukur. “Jangan mengeluh mual, pusing. Syukuri, ini amanah dari Allah. Dengan bersyukur, Allah akan tambah nikmat kesehatan bagi ibu dan janin.” Paparnya.

Kedua, panjatkan doa keselamatan. “Bacakan doa Nabi Zakaria, Robbi habli min ladunka dzurriyatan thoyyibah. Ya Allah anugerahkan keturunan yang baik. Dan doa keselamatan, Allahumma ihfazh hadza janin. Lindungilah janin ini.” Terangnya.

Ketiga, jaga akhlak dan makanan halal. “Ibu hamil harus jaga lisan, jangan ghibah, perbanyak baca Al-Qur’an terutama Surat Yusuf dan Maryam. Makan yang halal, agar janin tumbuh suci dan menjadi anak sholehah.” Tegasnya.

Ketua MT As Sodik, Chajilah, mengaku bersyukur atas tausiyah tersebut. “Tema ini sangat pas. Kami jadi paham selamatan 4 bulan itu bukan mistis, tapi momentum doa kepada Allah.” Ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan ibu, janin, dan keluarga. Diharapkan jemaah MT As Sodik Rakit dapat mengambil hikmah selamatan 4 bulan sebagai penguat tauhid dan rasa syukur kepada Allah SWT.

(n/azd)Banjarnegara (Humas) – Empat bulan adalah momen istimewa, saat Allah meniupkan ruh kepada janin. Selamatan bukan sekadar tradisi, tapi wujud rasa syukur dan ikhtiar doa agar ibu dan janin diberi keselamatan. Pesan penuh makna tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati, dalam kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim As Sodik Rakit yang diketuai Chajilah pada Senin (21/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan di rumah  Novi dan dihadiri jemaah ibu-ibu MT As Sodik Dusun Bulu Kidul RT 05 RW 04 Desa Rakit. Kali ini Endah mengusung tema “Rasa Syukur dan Doa Keselamatan Janin”. Endah menjelaskan bahwa usia 4 bulan adalah fase penentuan.” Buka Endah.

“Dalam hadits Rasulullah, pada usia 120 hari atau 4 bulan, Allah perintahkan malaikat meniupkan ruh, menetapkan rezeki, ajal, amal dan nasibnya. Maka inilah waktu terbaik untuk memperbanyak syukur dan doa,” tutur Endah.

Ia memaparkan 3 amalan penting saat selamatan 4 bulan. Pertama, perbanyak syukur. “Jangan mengeluh mual, pusing. Syukuri, ini amanah dari Allah. Dengan bersyukur, Allah akan tambah nikmat kesehatan bagi ibu dan janin.” Paparnya.

Kedua, panjatkan doa keselamatan. “Bacakan doa Nabi Zakaria, Robbi habli min ladunka dzurriyatan thoyyibah. Ya Allah anugerahkan keturunan yang baik. Dan doa keselamatan, Allahumma ihfazh hadza janin. Lindungilah janin ini.” Terangnya.

Ketiga, jaga akhlak dan makanan halal. “Ibu hamil harus jaga lisan, jangan ghibah, perbanyak baca Al-Qur’an terutama Surat Yusuf dan Maryam. Makan yang halal, agar janin tumbuh suci dan menjadi anak sholehah.” Tegasnya.

Ketua MT As Sodik, Chajilah, mengaku bersyukur atas tausiyah tersebut. “Tema ini sangat pas. Kami jadi paham selamatan 4 bulan itu bukan mistis, tapi momentum doa kepada Allah.” Ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan ibu, janin, dan keluarga. Diharapkan jemaah MT As Sodik Rakit dapat mengambil hikmah selamatan 4 bulan sebagai penguat tauhid dan rasa syukur kepada Allah SWT.

(n/azd)