Tak Perlu Tunggu Kaya: Penyuluh Agama KUA Pagentan Ajak KPM PKH Kalitlaga Berkurban

Banjarnegara (Humas) – Semangat berbagi dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta tidak harus menunggu bergelimang harta. Prinsip itulah yang ditekankan dalam kegiatan bimbingan penyuluhan agama yang berlangsung di Dusun Klesem, Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, pada Rabu (6/5/2026).

Bertempat di kediaman Ibu Dartinem, salah satu warga setempat, suasana khidmat menyelimuti pertemuan rutin kelompok Program Keluarga Harapan (PKH). Sebanyak 32 anggota KPM (Keluarga Penerima Manfaat) hadir dengan antusias untuk menyimak materi bertajuk “Jangan Tunggu Kaya: Memulai Langkah Takwa Melalui Ibadah Kurban”.

Hadir sebagai narasumber utama, M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan. Dalam paparannya, Syaiful menekankan bahwa esensi kurban adalah tentang ketaatan dan manajemen niat, bukan semata-mata soal nilai nominal hewan ternak yang mahal.

“Ibadah kurban adalah potret ketulusan hamba kepada Tuhannya. Kita seringkali merasa tidak mampu karena terjebak pikiran bahwa kurban harus dilakukan saat uang sudah terkumpul banyak sekaligus. Padahal, dengan niat yang kuat dan ikhtiar menabung sedikit demi sedikit, siapa pun bisa berkurban. Jangan tunggu kaya untuk bertakwa, karena berkurban justru merupakan jalan pembuka keberkahan rezeki,” ujar M. Syaiful Abidin di hadapan para peserta.

Kegiatan ini juga didampingi oleh dua pendamping PKH, Gatot Aribowo dan Nur Hakim. Mereka memberikan dukungan penuh terhadap integrasi bimbingan spiritual ke dalam pertemuan kelompok PKH agar para peserta tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kuat.

Gatot Aribowo, selaku Pendamping PKH wilayah Kalitlaga, mengapresiasi kolaborasi dengan pihak KUA ini. Menurutnya, motivasi spiritual sangat diperlukan agar masyarakat memiliki kemandirian berpikir dan semangat untuk memberi.

“Kami sangat mendukung pesan yang disampaikan Pak Syaiful. Melalui tema ini, kami ingin mengajak para anggota PKH untuk mulai belajar menyisihkan sedikit rezeki mereka dengan tujuan yang mulia. Berkurban bukan soal pamer kemewahan, tapi soal melatih keikhlasan. Jika dilakukan secara berkelompok atau menabung jauh-jauh hari, beban itu akan terasa ringan,” ungkap Gatot Aribowo.

Ibu Dartinem, sebagai tuan rumah, mengaku sangat tersentuh dengan materi yang disampaikan. Menurutnya, penjelasan dari penyuluh memberikan sudut pandang baru bahwa kemiskinan harta tidak boleh menghalangi seseorang untuk mengejar kekayaan pahala melalui ibadah kurban.

Acara yang berlangsung serius tapi santai tersebut ditutup dengan diskusi interaktif mengenai tata cara teknis tabungan kurban mandiri. Diharapkan, melalui penyuluhan ini, kesadaran religius masyarakat di Desa Kalitlaga semakin meningkat, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga dan petugas lintas sektoral di Kecamatan Pagentan. 

(msa/azd)

Skip to content