Tambah Wawasan Perfilman Siswa, Bioskop Rakyat Hadir Di MAN 2 Banjarnegara

Banjarnegara – Bioskop Rakyat (BIORA) Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga kembali hadir menyapa warga Banjarnegara. Siang itu, tak biasanya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarnegara yang merupakan Madrasahnya Para Juara menjadi salah satu yang ditunjuk sebagai tempat terselenggaranya BIORA. Program Bioskop Rakyat (Biora), pemutaran film-film pelajar nominasi Festival Film Purbalingga (FFP) 2023 digelar di MAN 2 Banjarnegara pada Senin 05 Februari 2024 jam 10.00 WIB.

Ruang untuk pemutaran berupa ruang multimedia MAN 2 Banjarnegara yang sangat megah, tidak begitu luas sehingga tidak banyak menampung penonton. Namun nyaman, karena di samping kedap suara, gelap, juga ruangan ber-AC.

Plt. Kepala MAN 2 Banjarnegara, Sugiyanto, S.Pd. yang membuka acara BIORA ini mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh tim Festival Film Purbalingga (FFP) yang telah memberi kesempatan kepada kami dan berkenan memutar film di Madrasah ini. ”Wawasan anak-anak kami jadi bertambah. Semoga siswa di Madrasah kami ke depan mampu berkarya film yang baik dan berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Materi film yang diputar ada enam judul, yaitu ”Percakapan Hampa”, ”Mantu Kiai”, ”Durma”, ”Ebeg Sejoli”, ”Percakapan Hampa”, dan ”Pedangan”.

Menurut salah satu penonton Assyiifa Nayla Rimansa kegiatan nonton film ini penting dan menarik apalagi pembuatnya para pelajar di wilayah Banyumas Raya. ”Semoga saya dan teman-teman mampu memproduksi film lebih baik dan lebih bagus lagi,” ungkap siswa kelas XI IPS 6 anggota ekstrakurikuler sinematografi ”Aja Panik”.

Sementara itu, di saat bersamaan, juga diadakan bimbingan singkat (coaching clinic) terkait pengembangan ide film fiksi pendek dan dokumenter pendek menjadi skenario yang layak diproduksi. Selain siswa dari MAN 2 Banjarnegara yang mengajukan skenario dokumenter pendek, coaching clinic tersebut juga memberi kesempatan kepada siswa dan Pembina ekstrakurikuler film dari SMA N 1 Banjarnegara yang mengajukan skenario fiksi pendek.

”Sangat menarik dan sangat membantu kami. Jadi kami bisa semakin mendalami dalam mengembangkan ide sampai ke skrip atau skenario. Bagaimana menciptakan cerita dengan alur yang menarik dan mampu mengedukasi penonton,” ungkap Ahlis Widianto, S.Pd. Pembina ekstrakurikuler film.

Skrip dokumenter dari MAN 2 Banjarnegara terkait fenomena broken home dan pernikahan dini yang saat ini banyak terjadi di wilayah Banjarnegara.

Guru Pembina Ekskul Sinematografi MAN 2 Banjarnegara Uswatun Hasanah, S.Pd. merasa luar biasa dari rangkaian kegiatan ini sehingga anak-anak jadi semakin antusias terhadap perfilman. ”Harapannya ini berdampak pada pemikiran anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa cinta dalam produksi film pendek,” jelas guru pengampu mata pelajaran TIK.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dana Indonesia, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). (usw).

Skip to content