Tampil Percaya Diri Di Tingkat Nasional, Ashfal Mampu Jawab Pertanyaan Lomba Hafalan Hadits

Banjarnegara – Selasa kemarin tepatnya di Meeting Room Kementerian Agama Banjarnegara Ashfal Ashfiya yang merupakan siswa kelas VI MI Maarif Al Falah Joyokusumo Parakancanggah Banjarnegara siap berlaga di Tingkat Nasional. (25/7). Ashfal menjadi peserta Lomba Madrasah Fest bidang Memorizing Hadits (MH) Contest tingkat MI mewakili provinsi Jawa Tengah. Meskipun lomba dilaksanakan secara online dalam babak persiapan ini, Wahyul Khomisah selaku Kepala MI Maarif Al Falah Joyokusumo yang juga pembina lomba MH tersebut tetap memaksimalkan diri untuk menyiapkan lomba tersebut.

Didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah beserta staff, Pengawas MI Kecamatan Banjarnegara, Ketua KKMI Kabupaten dengan jajaran pengurusnya serta dari pihak Humas, Ashfal selalu diberi motivasi. Ashfal menempati urutan tampil ke – 14. Dalam masa menunggu Ashfal sambil belajar menghafalkan maqra Hadits.

Tibalah saatnya Ashfal dipanggil dan memulai lomba, dengan disapa oleh panitera dan satu persatu dari 5 pertanyaan Ashfal mampu menjawab tanpa ragu. Terlihat sangat percaya diri dengan suara lantangnya. Sampai – sampai setiap kali selesai menjawab, panitera memberikan pujian.

“Yaa Salaam, Masya Allah Ashfal Ashfiya keren sekali, luar biasa bacaannya. Jamil Jiddan,” begitu yang diucapkan panitera yang memberikan soal.

Setelah selesai, semua yang ada diruangan mengucapkan Selamat kepada Ashfal karena berhasil menjawab semua pertanyaan. Menurut Wahyul, Ashfal sangat lancar menjawab hanya saja temponya agak cepat. Tentu saja menuju lancar dan hafal dengan makhorijul huruf dan tajwid bukan secara instan namun ada proses perjuangan yang harus dilalui Ashfal. Perjuangan lekat sekali dengan pengorbanan.

Dalam melatih, Wahyul menggunakan berbagai cara, dan lebih membuat anak nyaman. Yang pertama dengan menanamkan mindset yang positif  “aku pasti bisa” dan mental juara, sehingga dengan mindset tersebut anak menjadi percaya diri, bersungguh – sungguh dalam belajar. Dan tidak lupa selalu berdoa, selalu minta ditemani Allah.

Selain itu Wahyul juga mengawali Latihan dengan membacakan per penggalan hadits kemudian anak menirukan secara langsung, lalu Wahyul membuat rekaman suaranya, jadi jika di rumah bisa didengarkan. Selanjutnya Wahyul menyimak semua hadis dalam 1x duduk, dan terakhir mengacak dengan beberapa pertanyaan seperti sedang lomba bisa dari awal kata, tengah atau akhir. Ashfal berlatih setiap hari jelang lomba kurang lebih satu pekan kadang Pagi atau sore dengan durasi yang cukup kurang lebih 2 jam setiap pertemuan.

Bersyukur karena madrasah kami memiliki program unggulan salah satunya Tahfizhul Qur’an dan ada pembiasaan Tadarus setiap pagi. Hal ini sangat membantu kelancaran baca, makhorijul huruf, sifat maupun tajwid sudah menguasai. Sebelum tampil Wahyul selalu membesarkan hati Ashfal agar nanti jika masuk final tetap rendah hati, dan bersyukur, dan jika belum tetap semangat.

“Menghafal hadis tidak hanya buat lomba saja, juga untuk bekal dasar kita menjalankan sunah Nabi. Dan karena amanah maju tingkat Nasional atau delegasi dari Jawa Tengah maka membawa beberapa MI se-Jawa Tengah maka berusaha memberikan yang terbaik pada semuanya sehingga membawa kemanfaatan untuk banyak orang, dan mengharuskan Banjarnegara. Semangat Ashfal,” tegas Wahyul menyemangati Ashfal. (wk)