Banjarnegara (Humas) – Semangat riset di kalangan siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menorehkan prestasi. Tim riset yang beranggotakan dua siswi berbakat, Lituhayu dan Maritza, tengah melakukan penelitian inovatif di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banjarnegara. Keduanya mengembangkan sebuah “edible sensor” pada kemasan pintar (smart packaging) yang berbasis antosianin dari ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa) untuk memonitoring kesegaran daging ayam.
Kegiatan penelitian yang dilakukan pada Senin (4/8) ini menunjukkan komitmen madrasah dalam mencetak generasi muda yang kritis dan inovatif. Penelitian yang digagas oleh Lituhayu dan Maritza ini berawal dari kepedulian mereka terhadap keamanan pangan, khususnya daging ayam yang rentan mengalami pembusukan.
Mereka memanfaatkan limbah kulit bawang merah yang kaya akan senyawa antosianin. Senyawa ini memiliki sifat unik, yaitu dapat berubah warna sesuai dengan perubahan pH. Dengan kata lain, ketika daging ayam mulai membusuk, ia akan melepaskan senyawa kimia yang mengubah pH di sekitar kemasan, dan sensor berbasis antosianin akan merespons dengan perubahan warna. Hal ini akan memberikan indikator visual yang jelas bagi konsumen tentang kondisi kesegaran daging.
Pembimbing riset tim, Hj. Tri Widayati, mengungkapkan kebanggaannya terhadap dedikasi kedua siswi tersebut.
“Penelitian ini adalah bukti bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berinovasi di bidang sains. Ide mereka sangat orisinal dan aplikatif. Selama proses pembimbingan, saya melihat Lituhayu dan Maritza sangat gigih. Mereka tidak pernah menyerah meskipun menghadapi tantangan dalam tahapan ekstraksi dan formulasi. Kami berharap, hasil riset ini tidak hanya menjadi karya ilmiah, tetapi juga dapat menjadi solusi nyata untuk masalah keamanan pangan,” ujar Tri Widayati.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Labkesmas sangat membantu dalam mendapatkan data yang valid dan akurat.
Dukungan penuh juga datang dari pihak madrasah. Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menyatakan bahwa MTs Negeri 1 Banjarnegara secara aktif mendorong kegiatan riset sebagai bagian dari penguatan kurikulum.
“Kami memiliki program unggulan riset yang bertujuan untuk menumbuhkan minat dan bakat siswa di bidang sains dan teknologi. Keberhasilan Lituhayu dan Maritza dalam mengembangkan ide ini menunjukkan bahwa investasi madrasah dalam program riset membuahkan hasil. Kami akan terus mendukung mereka hingga penelitian ini selesai dan siap untuk dipresentasikan di ajang-ajang kompetisi ilmiah. Ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak siswa yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki daya saing global,” tutur Hj. Yuniyati.
Kerja sama dengan Labkesmas Banjarnegara menjadi kunci penting dalam penelitian ini. Dr. Anggun Paramita, laboran Labkesmas yang mendampingi Lituhayu dan Maritza, memberikan apresiasi atas kinerja mereka.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari proses penelitian yang inspiratif ini. Lituhayu dan Maritza menunjukkan sikap yang sangat profesional. Mereka cepat belajar, teliti, dan mandiri dalam melakukan setiap tahapan eksperimen.” kata Dr. Anggun Paramita.
Sementara itu tim laborat lainnya, Bondan Fajar Wahyudi mengaku siap membantu anak-anak riset Madtsansa.
“Labkesmas memiliki fasilitas yang memadai untuk penelitian ini, dan kami terbuka untuk kolaborasi dengan lembaga pendidikan lain termasuk MTs Negeri 1 Banjarnegara. Saya yakin, dengan bimbingan yang tepat dan semangat yang kuat, hasil penelitian mereka akan sangat menjanjikan,” ucap Bondan Fajar Wahyudi.
Sementara itu, Lituhayu dan Maritza, sebagai tim riset, membagikan pengalaman mereka.
“Kami sangat bersyukur diberi kesempatan untuk melakukan penelitian ini. Awalnya cukup sulit, terutama saat proses ekstraksi antosianin dari kulit bawang merah. Kami harus memastikan konsentrasi ekstraknya tepat agar bisa sensitif terhadap perubahan pH. Kami berharap sensor ini nantinya bisa menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis dibandingkan sensor-sensor lain yang sudah ada,” ungkap Lituhayu.
Maritza menambahkan, “Penelitian ini mengajarkan kami banyak hal, tidak hanya tentang sains, tetapi juga tentang kerja sama tim, ketelitian, dan kesabaran. Kami berterima kasih kepada pembimbing dan pihak madrasah yang telah memberikan dukungan tanpa henti. Terima kasih juga kepada Labkesmas Banjarnegara yang telah menyediakan fasilitas dan bimbingan. Kami berharap dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.”
Penelitian yang dilakukan oleh Lituhayu dan Maritza ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk berani bermimpi dan berkarya di dunia sains. Dengan sinergi yang kuat antara siswa, pembimbing, madrasah, dan lembaga eksternal, potensi riset anak bangsa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan. (Lin/La)







