Tiga Srikandi MTs Negeri 1 Banjarnegara Raih Medali Perunggu Dalam Event Cerdas Sains Competition

Banjarnegara–Kompetisi mapel online terus menjadi salah satu ajang perlombaan yang diikuti oleh siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ini dilakukan dalam upaya meningkatkan capaian prestasi peserta didik madrasah yang oleh kantor wilayah kementerian agama provinsi Jawa Tengah terus dipantau dan dijadikan media kompetisi prestasi antar madrasah se-Jawa Tengah.

Salah satu ajang yang baru diikuti oleh siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara adalah Event Cerdas Sains Competition yang diselenggarakan oleh Event Cerdas. Guru pembimbing melaporkan hasil keikutsertaan ajang tersebut pada Senin (29/5) dengan hasil 3 Srikandi Madtsansa berhasil meraih medali perunggu untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.

Tiga srikandi Madtsansa yang berhasil mempersembahkan medali tersebut adalah Anas Tasya Putri, Justine Modesty dan Qotrunnada Fauziyya Yustika.

Agustina Dewi Merdekwati yang merupakan  guru pembimbing prestasi mata pelajaran Bahasa Inggris Madtsansa mengaku bangga dan bersyukur atas capaian siswi-siswi bimbingannya.

“Tiga srikandiku ini memang luar biasa…mereka tak pernah lelah ikut berbagai kompetisi. Di mapel Bahasa Inggris pun mereka sikat habis. Sangat membanggakan. Semangat mereka itu yang mahal, karena hasil capaian insya Allah akan mengikuti kerasnya perjuangan. Semoga semangat perjuangan mereka tak akan pernah padam,” ucap guru yang akrab disapa Mom Dewi ini antusias.

Lebih lanjut Dewi juga mengatakan bahwa ia selalu menerbitkan mimpi kepada seluruh siswa asuhannya untuk mencintai pelajaran bahasa Inggris agar berkesempatan keliling dunia.

“Sebagai bahasa internasional, tentu pelajaran bahasa Inggris saat ini menjadi sangat penting dikuasai anak anak. Melalui bahasa Inggris saya sampai, mereka akan dapat berkeliling dunia dengan kemampuan bahasa Inggris yang bagus. Namun tentu, syaratnya harus rajin belajar,” imbuhnya.

Justine Modesty, siswa kelas VIII C unggulan Tahfidz MTs Negeri 1 Banjarnegara mengaku tidak pernah merasa terbebani dalam berkompetisi.

“Alhamdulillah, bagi saya berkompetisi online seperti yang selalu saya ikuti setiap pekan ini tidak pernah menjadi beban. Saya mengikutinya karena saya suka dan ingin meraih prestasi sebanyak banyaknya. Jikalau terpaksa tidak berhasil meraih medali emas atau medali apapun, saya juga tidak akan menyerah. Justru semakin penasaran,” ujar Justine di ruang kelasnya.

Sementara menurut Qotrunnada Fauziyya Yustika, yang juga berhasil meraih medali perunggu di ajang ini mengucapkan syukur dan terima kasihnya kepada guru pembimbing yang telah sabar membimbing.

“Mata pelajaran Bahasa Inggris itu sangat mengasyikkan. Apalagi saya punya mimpi ingin belajar ke luar negeri. Tentu saya harus memulai dari sekarang dengan menggemari pelajaran Bahasa Inggris. Mom Dewi… Alhamdulillah selalu sabar membimbing kami. Semoga kami akan terus dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Madtsansa,” ungkap Qotrunnada di waktu istirahat pelaksanaan PAT. (Fy)