Banjarnegara (Humas) – Menuju babak grand final Lomba Penelitian Belia (LPB) PUTech pada awal Desember mendatang, tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara yang terdiri atas Valiant dan Zaskia melakukan kegiatan observasi awal di Korpokla (Koordinator Kelompok Pengelola) Serayu Hulu Gajah Oling, Glempang, Mandiraja, Banjarnegara pada Senin (13/10). Kunjungan ini merupakan bagian dari proses pengumpulan data lapangan untuk penelitian mereka tentang Prediksi dan Klasifikasi Kualitas Air Sungai Serayu.
Dua siswa berbakat dari Madtsansa ini datang bersama pembimbing riset mereka, Hj. Tri Widayati, guna melakukan wawancara mendalam dengan Nadzir, salah satu petugas yang bertanggung jawab di Korpokla Serayu Hulu. Melalui wawancara tersebut, tim berupaya menggali informasi tentang kondisi sungai Serayu, sistem pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), serta prosedur keamanan dalam pengambilan sampel air.
Dalam penjelasannya, Nadzir menguraikan peran Korpokla Serayu Hulu yang bertugas mengoordinasikan berbagai kelompok pengelola air di wilayah Serayu bagian hulu. Ia menyampaikan bahwa wilayah kerja mereka mencakup beberapa titik penting aliran sungai, mulai dari kawasan hulu di daerah Gajah Oling hingga ke wilayah hilir di Mandiraja.
“Kami di Korpokla Serayu Hulu memantau dan berkoordinasi dengan kelompok-kelompok pengelola bendung serta petugas lapangan di sepanjang aliran sungai. Pembagian wilayah kerja ini penting untuk menjaga pemerataan pemeliharaan sungai,” jelas Nadzir.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam proses pengambilan sampel air sungai. Menurutnya, titik pengambilan biasanya ditentukan berdasarkan kondisi debit air, tingkat aktivitas manusia di sekitar sungai, serta potensi kontaminasi.
“Keamanan pengambilan sampel air harus diperhatikan. Kami biasanya mengambil dari titik yang mewakili perubahan kualitas air, mulai dari sekitar Bendung Gajah Oling hingga ke bawah jembatan Mandiraja. Para peneliti harus menggunakan alat pelindung dan memperhatikan arus sungai,” tambahnya.
Sementara itu, pembimbing riset Hj. Tri Widayati mengapresiasi semangat dan kemandirian tim riset dalam mempersiapkan diri menghadapi grand final LPB PUTech. Ia menilai bahwa observasi langsung seperti ini memberikan pengalaman ilmiah nyata bagi siswa untuk memahami hubungan antara teori dan kondisi lapangan.
“Kami sangat mendukung kegiatan observasi semacam ini karena siswa bisa belajar langsung dari sumbernya. Mereka tidak hanya membaca data, tetapi juga memahami proses pengelolaan sungai, potensi pencemaran, dan langkah konservasi,” ungkap Tri Widayati.
Penelitian yang diusung oleh tim Valiant dan Zaskia berfokus pada upaya memanfaatkan metode machine learning sederhana untuk memprediksi dan mengklasifikasikan kualitas air Sungai Serayu berdasarkan parameter fisika dan kimia. Dalam tahap awal ini, mereka masih mengumpulkan data dasar yang akan diolah pada tahap selanjutnya.
Menurut Valiant, kegiatan wawancara ini memberikan banyak wawasan praktis yang tidak mereka temukan di literatur.
“Kami jadi tahu bagaimana sistem pengawasan sungai dijalankan secara langsung di lapangan. Informasi tentang pembagian daerah pengelolaan dan titik-titik pengambilan sampel sangat membantu kami dalam menyusun rancangan penelitian,” ujar Valiant.
Senada dengan itu, Zaskia menambahkan bahwa pertemuan dengan petugas lapangan seperti Nadzir membuatnya lebih memahami kondisi aktual Sungai Serayu, terutama terkait perubahan kualitas air di berbagai titik aliran.
“Kami juga mendapat penjelasan tentang pentingnya keselamatan saat mengambil sampel air, serta bagaimana menentukan lokasi yang aman dan representatif untuk penelitian,” ucap Zaskia.
Kegiatan observasi ini menjadi langkah penting bagi tim Madtsansa untuk memperkuat validitas penelitian mereka menjelang babak grand final. Selain menggali data lapangan, tim juga berencana melakukan uji kualitas air secara laboratoris dengan dukungan dari pembimbing dan pihak sekolah.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, yang selalu memberi dukungan penuh terhadap kegiatan riset siswa, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras tim ini.
“Kami bangga dengan semangat siswa Madtsansa yang terus berprestasi di bidang riset. Melalui penelitian ini, mereka tidak hanya belajar sains, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan di wilayah Banjarnegara,” tuturnya.
Dengan semangat kolaboratif antara siswa, guru pembimbing, dan pihak eksternal seperti Korpokla Serayu Hulu, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi pengelolaan kualitas air Sungai Serayu ke depan. Observasi awal ini menandai langkah awal penting dalam perjalanan riset menuju kompetisi nasional yang bergengsi. (Lin/La)







