Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Pada ajang grand final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2025 yang diselenggarakan pada Selasa-Rabu (4-5/11) di Cengkareng, Jakarta, salah satu tim riset Madtsansa yang beranggotakan Lituhayu dan Maritza berhasil meraih medali perak. Prestasi ini menjadi bukti nyata keunggulan dan konsistensi Madtsansa dalam bidang penelitian ilmiah, sekaligus menambah daftar panjang capaian akademik yang telah ditorehkan.
Dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan tim dari berbagai provinsi di Indonesia ini, tim Lituhayu dan Maritza memukau dewan juri dengan penelitian tentang “Pengembangan Edible Sensor pada Kemasan Pintar Berbasis Antosianin dari Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa) untuk Monitoring Kesegaran Daging Ayam”. Penelitian tersebut menawarkan solusi aplikatif dalam bidang keamanan pangan, yaitu dengan memanfaatkan limbah kulit bawang merah sebagai bahan utama pembuatan indikator visual pada kemasan pintar (smart packaging).
Kulit bawang merah selama ini kerap dianggap sebagai limbah dapur yang tidak berguna. Namun, penelitian ini membuktikan bahwa bahan tersebut menyimpan potensi besar karena mengandung senyawa antosianin, pigmen alami yang mampu berubah warna sesuai dengan perubahan pH. Senyawa ini sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya, termasuk perubahan kimia yang terjadi saat proses pembusukan daging ayam. Dengan demikian, ketika daging mulai membusuk dan menghasilkan senyawa yang meningkatkan pH di dalam kemasan, warna edible sensor akan berubah secara signifikan sehingga dapat memberikan informasi visual kepada konsumen mengenai tingkat kesegaran daging tersebut.
Lituhayu, salah satu anggota tim riset, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini.
“Kami sangat bersyukur dapat membawa pulang medali perak. Penelitian ini merupakan hasil kerja keras kami selama berbulan-bulan, mulai dari studi literatur, eksperimen berulang, hingga penyusunan laporan dan presentasi di hadapan dewan juri. Kami berharap inovasi ini bisa terus dikembangkan dan bermanfaat untuk masyarakat dalam memastikan keamanan pangan.”
Sementara itu, Maritza menambahkan bahwa motivasi utama mereka adalah ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan lingkungan dan kesehatan konsumen.
“Selain memberikan inovasi dalam kemasan pangan, penelitian ini juga berupaya mengurangi limbah kulit bawang merah yang biasanya hanya dibuang begitu saja. Kami berharap konsep edible sensor ini dapat diterapkan secara luas dan menjadi teknologi ramah lingkungan yang membantu konsumen dalam mengidentifikasi makanan yang layak dikonsumsi.”
Keberhasilan tim ini juga tidak lepas dari bimbingan Hj. Tri Widayati, pembimbing riset yang selama ini sangat aktif mendampingi para siswa peneliti Madtsansa. Ia mengutarakan rasa bangga dan harunya atas capaian anak didiknya.
“Saya menyaksikan sendiri betapa gigihnya Lituhayu dan Maritza dalam menyelesaikan penelitian ini. Mereka kerap menghabiskan waktu di laboratorium hingga sore untuk mendapatkan hasil yang benar-benar akurat. Medali perak ini adalah buah dari dedikasi yang luar biasa. Semoga ini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya dan memotivasi lebih banyak siswa untuk mencintai dunia riset.”
Di sisi lain, kepala madrasah MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim riset tersebut. Ia menyebut pencapaian ini sebagai salah satu bukti bahwa Madtsansa adalah madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga akademik dan teknologi.
“Kami sangat bangga dengan prestasi ini. Keberhasilan Lituhayu dan Maritza membuktikan bahwa siswa-siswi Madtsansa mampu bersaing secara nasional dalam bidang sains dan inovasi. Kami akan terus mendukung kegiatan riset dan inovasi seperti ini, karena merupakan wujud konkret dari pembelajaran abad 21 yang menekankan pada kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.”
Dengan raihan medali perak di ajang KREASI 2025 ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin meneguhkan diri sebagai salah satu madrasah unggulan yang berkomitmen mencetak generasi cerdas dan berkarakter. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi berkelanjutan, tidak hanya bagi civitas akademika Madtsansa tetapi juga bagi seluruh madrasah di Indonesia untuk terus berinovasi dan berkarya demi kemajuan pendidikan bangsa. (Lin/La)







